.:Pasaman Barat Mesir:.

Media Online Mahasiswa Pasbar Mesir
Posted by Azmil as admin

Terbentuknya Media Online Mahasiswa Pasaman Barat - Mesir

Dengan izinNYA kami dari mahasiswa Pasaman Barat yang sedang belajar di Mesir dapat mewujudkan keinginan yang sudah lama kami impikan selama ini. media online untuk berbagi informasi dengan masyarakat Pasaman Barat tentang kegiatan kami di tanah para nabi ini..

Posted by Azmil as admin

Sekilas tentang Kabupaten Pasaman Barat

Kabupaten Pasaman Barat adalah salah satu kabupaten di Sumatra Barat, Indonesia. Dibentuk dari hasil pemekaran Kabupaten Pasaman berdasarkan UU No.38 Tahun 2003 tanggal 18 Desember 2003.

Posted by Azmil as admin

Mengenal Negara Mesir

Republik Arab Mesir, lebih dikenal sebagai Mesir, (bahasa Arab: مصر) adalah sebuah negara yang sebagian besar wilayahnya terletak di Afrika bagian timur laut. Dengan luas wilayah sekitar 997.739 km² Mesir mencakup Semenanjung.

Landasan Pesawat Perintis Dibangun ( Padang-Pasbar Bisa 30 Menit )


Jumat, 26 November 2010
pasbar- Singgalang Pemkab Pasaman Barat (Pasbar) mulai merehab kembali landasan pacu pesawat perintis di Nagari Kapar, Kecamatan Luhak Nan Duo. Pembangunan landasan pesawat itu tentu membuat Pasbar semakin berkembang dan maju pesat.
Para investor akan mudah berkunjung ke Pasbar dengan jarak tempuh yang semakin dekat. Dari Padang-Pasbar diperkirakan hanya membutuhkan waktu 30 menit, tapi kalau pakai mobil bisa empat jam.
Biasanya memakai fasilitas mobil untuk sampai ke Pasbar, kalau landasan pesawat perintis yang dibangun seluas 12 Ha ini selesai, maka infestor akan berinfestasi. Apalagi dukungan potensi Pasbar yang berlimpah, seperti perkebunan sawit, bijih besi, bidang kelautan dan perikanan serta potensi lainnya.
Bupati Pasaman Barat, H. Baharuddin R, Rabu (24/11) lalu sudah meninjau lokasi landasan pesawat perintis tersebut. Dari hasil tinjauan itu, bupati memutuskan mem bangun kembali landasan pesawat perintis karena dari dulu sudah ada dasarnya, kini hanya tinggal merehab saja.
“Mulai hari ini kita sudah perintahkan Dinas Perhubungan untuk merehab lokasi landasan pesawat perintis itu. Tahap awal adalah membersihkan lokasi seluas 12 Ha. Sementara untuk pengerasan sudah ada dari dulunya, tinggal memperbaiki saja,” kata Baharuddin R kepada Singgalang kemarin.
Menurut Baharuddin, di zaman Gubernur Sumbar, Harun Zein sudah pernah dimanfaatkan landasan pesawat itu. Apabila Gubernur berkunjung ke Pasaman Barat, maka ia memakai pesawat kecil dan mendarat di landasan pesawat perintis.
Bahkan saat ini beberapa perusahaan bidang perkebunan sawit memanfaatkan landasan tersebut sebagai landasan helikopter. Tapi entah kenapa beberapa tahun terakhir hilang begitu saja. Untuk itu, sekarang Pemkab Pasbar kembali fokus untuk merehab landasan pesawat perintis ini.
Dengan adanya landasan pesawat perintis, bakal memudahkan jarak tempuh antara pusat ibukota Provinsi Sumbar ke ibu kota Kabupaten Pasaman Barat. Biasanya kalau dari Padang ke Pasaman Barat dengan memakai mobil membutuh waktu empat jam, tapi kalau memakai pesawat kecil yang mempunyai kapasitas 15 orang hanya memerlukan waktu setengah jam.

Harian Singgalang
SELENGKAPNYA - Landasan Pesawat Perintis Dibangun ( Padang-Pasbar Bisa 30 Menit )

Masjid Ar Rifa’i




Mesir menyimpan ribuan masjid sejarah yang masih terjaga keaslianya hingga detik ini, maka tidak heran kalau negeri ini dijuluki dengan negeri seribu menara. Dari tahun ketahun hingga abad ke abad, Mesir memiliki saksi bisu sejarah pergantian kekuasaan berupa masjid dan madrasah. Salah satu masjid sejarah yang terkenal akan keelokan dan keindahannya adalah masjid Ar Rifa’i.

Lokasi Masjid

Masjid ini terletak persis disamping Masjid Sultan Hasan, dua masjid megah ini berada di satu komplek yang dikelilingi oleh pagar hitam. Dahulunya, sebelum masjid didirikan diatas lokasi saat ini, tempat itu terkenal dengan sebutan Zawiyah Ar Rifa’i ( Pojok Rifa’i ) dinisbahkan ke Syekh Ali Abi Syabbak, salah satu keturunan marga Ar Rifa’i. Dari situ, masjid ini akhirnya terkenal dengan sebutan masjid Ar Rifa’i. Sumber lain menyebutkan bahwa nama masjid ini dinisbahkan kepada Ahmad ‘Izzuddin Ash Shayyad Ar Rifa’i salah satu keturunan al Imam Ahmad Ar Rifa’i yang lahir di Irak kemudian hijrah ke Mesir dan mempersunting seorang gadis keturunan Raja Shalahuddin Al Ayyubi.

Pendiri Masjid

Masjid yang indah ini memiliki ciri bangunan Daulah Mamalik yang berkuasa di Mesir pada abad 19-20 M. Masjid Agung yang dihiasi dengan ribuan ornament ini di bangun oleh Sayyidah Khusyar Hanim, ibu Khedives Ismail untuk dijadikan sebagai masjid agung dan tempat persemayaman terakhir baginya dan keluarganya. Ternyata apa yang ia inginkan pun terjadi. Setelah wafatnya, jenazahnya di kebumikan di dalam masjid tersebut pada tahun 1885 M. Demikian pula keluarganya, baik laki maupun perempuan banyak di kubur di masjid tersebut. Setelah mendapatkan informasi dari berbagai sumber, masjid ini menjadi tempat persemayaman bagi :

1. Ibu Khedives Ismail, Sayyidah Khusyar Hanim
2. Khedives Ismail beserta istri dan putra-putrinya
3. Sulthan Hasan Kamil
4. Raja Fuad, Raja terakhir Mesir.
5. Reza Shah Pahlavi, pemimpin Iran yang digulingkan oleh Imam Khumainy. Setelah digulingkan, Reza Shah Pahlavi tidak diterima oleh negara-negara Islam saat itu, kecuali Mesir. Dan Reza Pahlevi juga diterima Mesir untuk dikuburkan di kota seribu menara ini. Lantai di sekitar makan Syah Iran dipasang marmer yang sangat indah yang harganya permeter, konon, sebesar 1 Milyar Dollar Amerika.
6. Anak pemimpin Iran, Muhammad Reza Pahlevi.

Makam Reza Syah Pahlevi, salah satu dari persemayaman di dalam masjid

Sayyidah Khusyar Hanim, ibu Khedives Ismail memberikan amanah kepada seorang arsitek bangunan bernama Husain Fahmi Pasha – wakil Dewan Perwakafan tahun 1286 H/1869 M dan arsitek ternama se-Mesir ketika itu – untuk membuat desain masjid. Akan tetapi pekerjaan terhenti dengan sebab meninggalnya arsitektur masjid tersebut tahun 1303 H/1885 M. Setelah sembilan tahun berlalu, anak Sayyidah Khusyar Hanim, Ismail menyusulnya. Beliau pun di kebumikan di sebelah makam ibunya. Akhirnya pekerjaan pun terbengkalai selama seperempat abad sampai kekuasaan ada di tangan Khedive Abbas Helmi II yang memerintahkan seorang arsitek dari Austria yang bernama Max Herz, untuk menyempurnakan bangunan masjid. Pada tahun tahun 1330 H/1912 M masjid ini secara resmi dibuka dengan menunaikan shalat Jum’at untuk pertama kalinya.

Karakteristik Masjid

Pada tahap awal penyempurnaan masjid ini, sang arsitek bangunan ingin meniru keagungan dan ketinggian Madrasah Sulthan Hasan yang terletak persis disampingnya sehingga tidak terlihat lebih rendah dan kecil di hadapannya. Maka ia pun membangun pintu masuk utamanya dengan ukuran yang sangat tinggi sekali di topang dengan tiang yang terbuat dari batu pualam dengan nuansa kearabannya. Tangga-tangganya terbuat dari batu pualam asli. Pintu utamanya di tutupi dengan qubah yang terhiasi dengan ornamen-ornamnennya dan mempolesnya dengan warna emas.

Dari dalam, masjid ini berbentuk persegi panjang. Luasnya sekitar 6500 meter persegi. Luas tersebut dibagi menjadi dua bagian, bagian seluas 1767 M dirancang untuk sholat, dan sisanya untuk tempat persemayaman. Pada bagian utama masjid yang dikhususkan untuk shalat tertopang dengan empat tiang super besar dilapisi dengan aneka ragam batu marmer dan antara satu tiang dengan lainnya terhubung dengan lengkungan indah yang terukir hiasan zukhrufah menambah megah dan dramatis suasana ibadah didalamnya. Jikalau anda berkunjung dan melihat suasana rumah Allah ini dengan mata telanjang, niscaya anda akan tercengang dan kagum akan keindahan dan keagungan peninggalan sejarah ini.

Adapun mihrab masjid terletak di tengah dinding sebelah timur. Ia dihiasi dengan batu pualam yang berwarna-warni tertopang dengan empat pilar, dua pilar warna hitam dan dua pilar warna putih. Di samping mihrab terdapat mimbar dari kayu ebony.

Dihadapan mihrab terdapat dikkah muballigh (sebuah tempat yang dahulunya digunakan untuk mengumandangkan adzan, iqamah dan muballigh imam ) yang terbuat dari batu marmer putih ditopang oleh beberapa pilar. Disampingnya terdapat kursi mushaf yang terukir di atasnya tanggal pembuatan pada tahun 1328 H/1911 M.

Dinding-dinding masjid dihiasi oleh ukiran batu marmer indah. Di langit-laingit atap tergantung lentera-lentera yang terbuat dari tembaga arab dan kaca. Membuat pemandangan masjid terang dengan adanya lenter-lentera tersebut.

Disebelah barat masjid terdapat lima pintu: tiga pintu tembus ke makam dan dua pintu tembus ke dua tempat terbuka antara makam.

Di belakang mihrab terdapat pula sebuah ruangan kecil yang mempunyai anak tangga untuk mengantarkan kita ke bagian atas masjid. Bisa jadi masjid ini merupakan peninggalan Islam pertama kali yang menggunakan beton di dalam pembangunannya.

Kegiatan Masjid Saat ini

Masjid Rifa’i merupakan salah satu obyek wisata yang menarik perhatian turis mancanegara. Disamping itu, shalat lima waktu dan shalat Jum’ah masih terus berlangsung di masjid ini. Biasanya, orang Mesir pengikut tariqat Rifa’iyah tiap kali masuk ke masjid, selalu berziarah ke makam Syekh Rif’ai dan membaca doa untuknya. Pada hari jum’at setelah shalat Jum’at mereka mengadakan dzikir jama’ah yang dipimpin seorang imam, gambar bisa dilihat di laman ini.

(dari berbagai sumber ).

Rute Masjid

Naik bus ke jurusan Sayyedah ‘Aisyah, dari sana anda tinggal jalan kaki sekitar 20 menit karena letak masjid tidak jauh dari Sayyedah ‘Aisyah dan tiangnya terlihat sangat jelas.

Penulis & Photo oleh : Imam Hasanuddin
Sumber:masisironline.com
SELENGKAPNYA - Masjid Ar Rifa’i

Gerbang Kota Kairo; bukti sejarah betapa kuatnya pertahanan militer masa itu


Layaknya sebuah Negara yang memiliki pertahanan militer kuat demi menangkis serangan musuh dari luar, Mesir pun demikian. Kota Kairo yang dijadikan sebagai ibu kota Mesir dari awal berdirinya Negara ini tentunya harus memiliki pertahanan militer yang kuat dan tangguh. Hal itu tidak lain hanyalah ingin mempertahankan Negara, masyarakat dan kehormatannya dari berbagai macam serangan musuh yang kapan-kapan bisa terjadi. Salah satu dari pertahanan militer Mesir kala itu adalah pagar dan gerbang Kota. Jikalau kita menjelajah ke situs-situs bersejarah ini, kita akan menyaksikan bangunan kokoh yang memiliki tipe dan model militer sebagai perisai dari gempuran musuhnya. Kali ini, kita akan mengunjungi beberapa gerbang Kota Kairo yang masih berdiri kokoh menantang zaman setelah beratus-ratus tahun dari pembangunannya.

Tahukah kawan-kawan, kota Kairo zaman dahulu dikeliingi oleh pagar tembok dan memiliki pintu gerbang disetiap sisinya. Seandainya kita kembali ke masa lampau dan ingin memasuki kota Kairo, maka tidak ada jalan masuk kedalam kota tersebut kecuali melalui pintu-pintu gerbang ini. Ceritanya bermula pada masa Daulah Fathimiyah. Tatkala Jendral Gawhar al Siqili berhasil masuk ke kota Kairo, beliau pun merancang kota baru dengan membangun pagar keliling sebagai bentengnya. Pada awalnya, Kairo memiliki 12 gerbang kota. Seiring dengan bergantinya kekuasan dari masa ke masa, gerbang kota Kairo ini mengalami penambahan hingga mencapai 17 lebih gerbang kota. Inilah nama-nama gerbang kota Kairo masa itu :

1. Bab Nashr
2. Bab Futuh
3. Bab Zuwailah
4. Bab Wazir
5. Bab Sya’riyah
6. Bab Kholq
7. Bab Luuq
8. Bab Ghury
9. Bab Khan Khalily
10. Bab Husainiyah
11. Bab Farg
12. Bab Akhdhor
13. Bab Taufik
14. Bab ‘Izb
15. Bab Ahmar
16. Bab Gadid
17. Bab Gharib
18. Bab Qait Bey
19. Bab Qintharah
20. Bab Sa’adah

Dari sekitar 20 gerbang yang penulis dapat dari berbagai referensi, ada beberapa gerbang saja yang masih tersisa hingga detik ini. Selebihnya hanya tinggal nama saja. Diantara gerbang yang masih kokoh dimakan zaman, paling indah arsitekturnya, paling terkenal seantero jagad raya dan semuanya adalah peninggalan sejarah Daulah Fathimiyah adalah:

1. Bab Nashr
2. Bab Futuh
3. Bab Zuwailah

Mari kita jelajahi satu persatu tiga gerbang tersebut:

1. Bab Nasr ( Gerbang Kemenangan )

Gerbang ini adalah gerbang pertama yang didirikan pada masa Daulah Fathimiyyah atas perintah Jendral Gawhar al Siqili, dan selesai disempurnakan pada masa pemerintahan Gubernur Badr al-Gamaly, menteri Khalifah Al Mustanshir Billah Al Fathimy. Pembangunan dimulai tahun 480 H/1087 M sebagaimana yang terabadikan di pahatan sebuah prasasti batu, prasasti tersebut bertuliskan :

“Budia biamalihi fi Muharram sanah 480”

Artinya : “Pembangunan gerbang ini dimulai pada bulan Muharram tahun 480″

Gerbang ini adalah gerbang bernuansa militer yang masih tersisa hingga sekarang. Bab (gerbang kota) yang megah ini terdiri atas dua menara persegi panjang yang mengapit pintu masuknya. Diatas dua menara juga terpahat bentuk-bentuk alat perang berupa pedang dan perisai yang menambah wawasan kita mengenai bentuk alat-alat perang ketika itu. Di tengah-tengah dua menara persegi ini terdapat sebuah pintu yang sangat tinggi dan gagah dengan ada sebuah celah dan lobang diatasnya sebagai pos penjaga untuk melempar panah bagi siapa saja yang ingin menyerang dan mendobrak gerbang. Diatasnya terdapat untaian tulisan yang mengelilingi dua badan menara dan dipintu yang mengandung nama perancangnya dan tanggal pembuatannya. Dan diatasnya lagi terdapat ornament atau hiasan tembok.

Tinggi dua menara persegi panjang tersebut sekitar 25 M, terbagi menjadi 3 tingkat, lebar gerbang 24 M. Bagian depan tingkat dua terdapat pagar yang terhiasi dengan ornament yang tampak jelas terpahat. Adapun di atas pintu masuk terdapat setengah lengkungan besar, di dalamnya ada sebuah prasasti batu berbentuk persegi panjang. Didalam prasati tersebut terpahat tiga baris naskah tulisan dengan Khot Kufi (lihat photo disamping ini):

”Bismillahirrahmaanirrahiim; Laailaaha illa

Allahu Wahdahu La Syarika Lahu, Muhammad

Rasulullah, Ali Waliyu Allah;

Dibawa prasasti marmer ini termaktub tulisan kaligrafi jenis Khot Kufi:

Shallallahu ‘Alaihi wa ‘Ala al Aimmati min Dzurriyyatihim ajma’in”

Artinya :

“Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang; Tiada Tuhan-yang patut disembah selain Allah semata tidak ada sekutu bagi-Nya, Muhammad Rasulullah, Ali Wali Allah;

Shalawat Allah atasnya dan para imam dari anak cucu mereka semuanya”

Lempengan batu ini terletak diatas bahu lengkungan. Di bawahnya terdapat dua persegi panjang yang terbuat dari batu. Kedua batu ini memiliki ornament yang indah. Jikalau kita mencermati lebih jauh tulisan pada prasasti diatas, kita akan mengetahui bahwa Daulah Fathimiyah adalah sebuah Daulah yang berlandaskan pemahaman Syi’ah. Mereka pun tidak tanggung-tanggung dalam mengamalkan apa yang mereka yakini bahwa Ali adalah salah satu figur yang ma’shum dan bebas dari dosa, karena tertulislah di batu prasasti gerbang ini setelah lafadh ”Laailaaha illa Allah Wahdahu La Syarika Lahu, Muhammad Rasulullah, tidak lain adalah Ali Waliyu Allah, yaitu Ali Radhiyallhu ‘anhu adalah wali Allah menurut pandangan mereka, terlepas dari perselisihan mengenai Sunnah-Syi’ah.

Perlu penulis sebutkan disini bahwa pada masa ekspansi Perancis ke negeri seribu menara ini, banyak sekali renovasi dan tambahan bangunan pada gerbang. Penambahan bangunan berupa celah-celah kecil yang berada diatas gerbang sebagai tempat meriam bagi siapa saja yang ingin secara paksa memasuki gerbang ini. Oleh sebab itu, mereka mengukir nama-nama komandan pasukan Perancis diatas gerbang yang sempat menjaga gerbang kota ini.

Bab Nashr masih terlihat kokoh dan dipakai sebagai pintu masuk menuju sebuah kampung bernama Hay Gamalea ( Kampung Gamalea ). Setiap hari banyak sekali turis dan pelancong dari berbagai negara belahan dunia untuk mengunjungi situs ini dan mengabadikannya.

Dilihat dari sisi penamaan gerbang ini dengan Bab Nashr (Gerbang Kemenangan) menandakan bahwa kemenangan dari peperangan dan serangan musuh adalah harapan semua masyarakat Mesir ketika itu dan konon dahulunya gerbang ini digunakan sebagai gerbang masuk para pasukan bertentara Daulah Fathimiyah sekembalinya dari peperangan dengan membawa kemenangan. Sejarawan Islam terkenal, Taqiyuddin Al Maqrizy pernah mengabadikan apa yang ia lihat mengenai gerbang kemenangan ini didalam buku monumentalnya; Al Mawa’idz wal I’ttibar fi Dzikril Khithobi wal Atsaar.

2. Bab Futuh ( Gerbang Penaklukan )

Gerbang Penaklukan ini didirikan ditahun yang sama dengan pendirian Bab Nashr. Pada waktu Badr al-Gamaly merenovasi pagar kota Kairo, maka dibangunlah gerbang Futuh ini di tempat yang sekarang berdiri – tepatnya di pintu masuk utama menuju Jl. Mu’iz Li Dinillah disamping masjid Al Hakim bi Amrillah – dan menggabung antara dua gerbang ( Bab Nashr dan Bab Futuh ) dengan pagar tembok. Bab Futuh ini menyambung dengan Bab Nashr melalui dua jalan. Pertama dari atas pagar tembok dan kedua dari bawah pagar.

Mengenai karakteristik bangunan, bab (gerbang) ini terdiri atas dua menara silinder yang mengapit pintu masuknya. Diatas permukaan dua silinder ini terdapat berbagai bentuk ornament yang sangat indah. Dan ornament-ornament ini adalah ukiran diatas batu, Bayangkan batu diukir dengan sangat detail dan sulit. Tidak lupa pula bahwa fungsi asli gerbang ini-disamping sebagai pintu masuk kota – juga sebagai pos keamanan masa kekuasaan Fathimiyah, oleh karena itu anda akan dapati beberapa jendela kecil yang digunakan oleh penjaga sebagai tempat memanah atau menembak musuh atau orang yang berusaha masuk ke kota dengan kekuatan militer. Hal ini menambah wawasan bagi kita akan betapa kuatnya pertahanan militer Mesir pada zaman Fathimiyah, sekitar akhir abad 5 H/ 11 M .

Adapun mengenai asal-usul penaman gerbang kota dengan Bab Futuh ( Gerbang Penaklukan ), konon pasukan militer Daulah Fathimiyah jika ingin keluar kota untuk mengadakan peperangan, mereka akan keluar melalui gerbang penaklukan ini, dan jika kembali dari peperangan mereka masuk ke kota melalui gerbang kemenangan ( Bab Nashr ). Ada yang berpendapat bahwa Bab Futuh diambil dari nama orang Maroko yang dahulunya pernah mengadakan perdagangan di Mesir dan mereka memasuki kota Kairo melalui gerbang ini. Namun pendapat yang paling kuat menurut penulis adalah bahwa nama-nama gerbang kota ini ( dan dua gerbang lainnya) persis dengan nama-nama gerbang kota Fes atau Fez, salah satu kota terbesar di Maroko. Hal itu menandakan bahwa kota Kairo dengan Masjid Azharnya ingin dijadikan sebagai kota sains sebagaimana kota Fez dengan Masjid Al-Qarawiyyinnya terkenal dengan kota sains masa itu.

3. Bab Zuwailah ( Gerbang Zuwailah )

Dari tiga gerbang kota Kairo, yang paling terkenal adalah Bab Zuwailah. Dahulu sebelum dibangun oleh Jendral Gawhar al Siqili, gerbang ini terletak di sebuah sudut yang dinamakan dengan sudut “Sam bin Nuh”. Kemudian beliau membangun gerbang ini ditempat yang sekarang berada pada tahun 484 H/1091 M, empat tahun setelah pembangunan Bab Nashr dan Bab Futuh. Nama gerbang Zuwailah dinisbahkan Kabilah Zuwailah salah satu dari kabilah Bar-Bar yang bergabung bersama Pasukan Gawhar al Siqili dari Maroko untuk mengekspansi Mesir.

Dilihat dari model arsitektur bangunan, gerbang ini hampir sama dengan Gerbang Futuh. Bangunan terdiri atas dua menara silinder yang mengapit pintu masuknya. Lebarnya sekitar 4,82 M namun lengkungan gerbang ini lebih bundar dari Bab Futuh. Dan ada perbedaan mencolok lainnya. Kalau Gerbang Futuh tidak terdapat dua menara, namun gerbang ini memiliki dua menara yang menjulang tinggi ke angkasa. Dua menara ini adalah bangunan yang didirikan oleh Dudar Asyraf Qayt Bay atas perintah Gubernur Yasybak Min Mahdi pada tahun 882 H/1477 M. Dua menara ini adalah menara Masjid Raja Muayyad Syekh yang berada tepat dibelakang gerbang.

Gerbang ini memiliki luas persegi empat, panjang setiap rusuk sekitar 25 M mencakup jalan masuk yang tertutupi oleh atap berupa qubah yang semuanya terpusat ke segitiga berbentuk bundar.

Gerbang Zuwailah merupakan pintu masuk ke Kairo masa Fathimiyah. Jikalau anda mengikuti lurus jalan ini, maka pada akhirnya anda akan sampai ke Bab Futuh. Namun ditengan jalan antara dua gerbang ini, terpotong dengan Jl. Azhar. Jadi ketika ingin menyeberang hingga sampai Bab Futuh, anda harus melalui jembatan penyebrangan yang terletak disamping toko buku Darus Salam. Jalan yang menghubungkan antara Bab Futuh dan Bab Zuwailah ini terdapat beberapa peninggalan penting semisal komplek Ghury, Komplek Qalawun, masjid Aqmar dan peninggalan sejarah lainnya. Jalan ini terkenal dengan sebutan Syari’ Mu’iz Li Dinillah ( Jl. Mu’iz Li Dinillah )

Diantara sejarah penting yang pernah terjadi di Gerbang ini adalah :

Pertama, sebagai pintu masuk Khalifah Mu’iz li Dinillah menuju Kairo seribu tahun yang silam. Dari sini, beliau memerintahkan untuk membangun kota Kairo yang baru saja berhasil ia taklukkan.

Kedua, gerbang ini menjadi sangat terkenal sebagai saksi sejarah pelaksanaan hukuman gantung pertama di Mesir. Yaitu hukuman gantung bagi Sulthan Tuman Bay – raja terakhir Daulah Mamalik Burgi – oleh kerajaan Turki Utsmani atas perintah Sulthan Salim I yang mengakhiri kekuasaan Daulah Mamalik yang memerintah Mesir sebelum kedatangan Turki Utsmani. Ketika itu tubuh Sulthan Tuman Bay dibiarkan tergantung diatas gerbang sebagai peringatan bagi siapa saja yang membangkang dan melawan Daulah Utsmaniyah yang baru berhasil merebut kekuasaan Mesir dari tangan Mamalik.

Ketiga, tatkala Hulagu Khan mengutus beberapa orang untuk mengancam Mesir dari serangannya, mereka berhasil tertangkap. Lalu Raja al-Muzafar Saif ad-Din Qutuz menyuruh untuk memenggal kepala mereka dan menggantungnya diatas gerbang Zuwailah ini. Maka dari situ kita akan sama-sama dua pasang alat yang dahulu dipakai untuk menggantung kepala para penjahat dan musuh politik. ( lihat gambar disamping ).

Nama lain dari gerbang Zuwailah adalah gerbang Mutawalli yang dinisbahkan kepada seorang ahli ibadah dan orang shaleh terkenal yang bernama Syaikh Mutawalli. Syaikh Mutawalli terkenal mempunyai banyak karamah, di antaranya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit, khususnya sakit gigi, dengan cara pengobatan yang tentu sangat berlainan dengan ahli pengobatan lainnya.

Itulah sekilas dari sejarah dan karakteristik gerbang kota Kairo yang sangat indah dan kokoh walau usia lebih dari seribu tahun. Hal itu tidak lain dari jerih payah pemerintah Mesir yang sangat menjaga warisan budaya ini hingga tak usang termakan zaman. Selebihnya anda bisa berkunjung sendiri dengan melihat secara langsung audio visual tentang apa yang tersisa dari peninggalan Daulah Fathimiyah ini.

(Dari berbagai sumber)

Penulis & Photo by : Imam Hasanuddin

Sumber:http://masisironline.com/
SELENGKAPNYA - Gerbang Kota Kairo; bukti sejarah betapa kuatnya pertahanan militer masa itu

Ibuku Seorang Pembohong ?




Sukar untuk orang lain percaya,tapi itulah yang terjadi, ibu
saya memang seorang pembohong!! Sepanjang ingatan saya
sekurang-kurangnya 8 kali ibu membohongi saya. Saya perlu catatkan
segala pembohongan itu untuk dijadikan renungan anda sekalian.
Cerita ini bermula ketika saya masih kecil. Saya lahir sebagai seorang
anak lelaki dalam sebuah keluarga sederhana. Makan minum serba kekurangan.



-PEMBOHONGAN IBU YANG PERTAMA.
Kami sering kelaparan. Adakalanya, selama beberapa hari kami terpaksa
makan ikan asin satu keluarga. Sebagai anak yang
masih kecil, saya sering merengut. Saya menangis, ingin nasi dan
lauk yang banyak. Tapi ibu pintar berbohong. Ketika makan, ibu sering
membagikan nasinya untuk saya. Sambil memindahkan nasi ke
mangkuk saya, ibu berkata : ""Makanlah nak ibu tak lapar."

- PEMBOHONGAN IBU YANG KEDUA.
Ketika saya mulai besar, ibu yang gigih sering meluangkan watu
senggangnya untuk pergi memancing di sungai sebelah rumah. Ibu
berharap dari ikan hasil pancingan itu dapat memberikan sedikit makanan untuk membesarkan kami. Pulang dari memancing, ibu memasak ikan segar yang mengundang selera. Sewaktu saya memakan ikan itu, ibu duduk disamping kami dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang bekas sisa ikan yang saya makan tadi.

Saya sedih melihat ibu seperti itu. Hati saya tersentuh lalu memberikan ikan yg belum saya makan kepada ibu. Tetapi ibu dengan
cepat menolaknya. Ibu berkata : "Makanlah nak, ibu tak suka makan
ikan."

- PEMBOHONGAN IBU YANG KETIGA.
Di awal remaja, saya masuk sekolah menengah. Ibu biasa membuat kue
untuk dijual sebagai tambahan uang saku saya dan abang. Suatu saat,
pada dinihari lebih kurang pukul 1.30 pagi saya terjaga dari tidur. Saya melihat ibu membuat kue dengan ditemani lilin di hadapannya. Beberapa kali saya melihat kepala ibu terangguk karena ngantuk. Saya berkata : "Ibu, tidurlah, esok pagi ibu kan pergi ke kebun pula." Ibu tersenyum dan berkata : "Cepatlah tidur nak, ibu belum ngantuk."

- PEMBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT.
Di akhir masa ujian sekolah saya, ibu tidak pergi berjualan kue seperti biasa supaya dapat menemani saya pergi ke sekolah untuk turut menyemangati. Ketika hari sudah siang, terik panas matahari mulai menyinari, ibu terus sabar menunggu saya di luar. Ibu seringkali saja tersenyum dan mulutnya komat-kamit berdoa kepada Illahi agar saya lulus ujian dengan cemerlang. Ketika lonceng berbunyi menandakan
ujian sudah selesai, ibu dengan segera menyambut saya dan menuangkan
kopi yang sudah disiapkan dalam botol yang dibawanya. Kopi yang kental
itu tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang ibu yang jauh lebih
kental. Melihat tubuh ibu yang dibasahi peluh, saya segera memberikan
cawan saya itu kepada ibu dan menyuruhnya minum. Tapi ibu cepat-cepat
menolaknya dan berkata : "Minumlah nak, ibu tak haus!!"

- PEMBOHONGAN IBU YANG KELIMA.
Setelah ayah meninggal karena sakit, selepas saya baru beberapa
bulan dilahirkan, ibulah yang mengambil tugas sebagai ayah kepada kami
sekeluarga. Ibu bekerja memetik cengkeh di kebun, membuat sapu lidi
dan menjual kue-kue agar kami tidak kelaparan. Tapi apalah daya seorang ibu. Kehidupan keluarga kami semakin susah dan susah.
Melihat keadaan keluarga yang semakin parah, seorang tetangga yang baik hati dan tinggal bersebelahan dengan kami, datang untuk membantu ibu. Anehnya, ibu menolak bantuan itu... Para tetangga sering kali menasihati ibu supaya menikah lagi agar ada seorang lelaki yang menjaga dan mencarikan nafkah untuk kami sekeluarga.. Tetapi ibu yang keras hatinya tidak mengindahkan nasihat mereka. Ibu berkata : "Saya tidak perlu cinta dan saya tidak perlu laki-laki."

- PEMBOHONGAN IBU YANG KEENAM.
Setelah kakak-kakak saya tamat sekolah dan mulai bekerja, ibu pun sudah tua. Kakak-kakak saya menyuruh ibu supaya istirahat saja di rumah. Tidak lagi bersusah payah untuk mencari uang.
Tetapi ibu tidak mau. Ibu rela pergi ke pasar setiap pagi menjual
sedikit sayur untuk memenuhi keperluan hidupnya. Kakak dan abang yang
bekerja jauh di kota besar sering mengirimkan uang untuk membantu
memenuhi keperluan ibu, pun begitu ibu tetap berkeras tidak mau
menerima uang tersebut. Malah ibu mengirim balik uang itu, dan ibu
berkata : "Jangan susah-susah, ibu ada uang."

- PEMBOHONGAN IBU YANG KETUJUH.
Setelah lulus kuliah, saya melanjutkan lagi untuk mengejar gelar sarjana di luar Negeri. Kebutuhan saya di sana dibiayai
sepenuhnya oleh sebuah perusahaan besar. Gelar sarjana itu saya sudahi
dengan cemerlang, kemudian saya pun bekerja dengan perusahaan yang telah membiayai sekolah saya di luar negeri. Dengan gaji yang agak
lumayan, saya berniat membawa ibu untuk menikmati penghujung hidupnya
bersama saya di luar negara. Menurut hemat saya, ibu sudah puas bersusah payah untuk kami. Hampir seluruh hidupnya habis dengan penderitaan, pantaslah kalau hari-hari tuanya ibu habiskan dengan keceriaan dan keindahan pula. Tetapi ibu yang baik hati, menolak ajakan saya. Ibu tidak mau menyusahkan anaknya ini dengan berkata ; "Tak usahlah nak, ibu tak bisa tinggal di negara orang."

- PEMBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.
Beberapa tahun berlalu, ibu semakin tua. Suatu malam saya menerima
berita ibu diserang penyakit kanker di leher, yang akarnya telah menjalar kemana-mana. Ibu mesti dioperasi secepat mungkin. Saya yang ketika itu berada jauh diseberang samudera segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Saya melihat ibu terbaring lemah di rumah sakit, setelah menjalani pembedahan. Ibu yang kelihatan sangat tua, menatap wajah saya dengan penuh kerinduan. Ibu menghadiahkan saya sebuah senyuman biarpun agak kaku karena terpaksa menahan sakit yang menjalari setiap inci tubuhnya. Saya dapat melihat dengan jelas betapa kejamnya penyakit itu telah menggerogoti tubuh ibu, sehingga ibu menjadi terlalu lemah dan kurus. Saya menatap wajah ibu sambil berlinangan air mata. Saya cium tangan ibu kemudian saya kecup pula pipi dan dahinya. Di saat itu hati saya terlalu pedih, sakit
sekali melihat ibu dalam keadaan seperti ini. Tetapi ibu tetap
tersenyum dan berkata : "Jangan menangis nak, ibu tak sakit."

Setelah mengucapkan pembohongan yang kedelapan itu, ibunda tercinta menutup matanya untuk terakhir kali. Dibalik kebohongannya, tersimpan cintanya yang begitu besar bagi anak2nya.

Anda beruntung karena masih mempunyai orangtua... Anda boleh memeluk
dan menciumnya. Kalau orangtua anda jauh dari mata, anda boleh menelponnya sekarang, dan berkata, 'Ibu/Ayah, saya sayang ibu/ayah.'
Tapi tidak saya lakukan, hingga kini saya diburu rasa bersalah yang amat sangat karena biarpun saya mengasihi ibu lebih dari segala-galanya, tapi tidak pernah sekalipun saya membisikkan kata-kata itu ke telinga ibu, sampailah saat ibu menghembuskan nafasnya yang terakhir.

Ibu, maafkan saya. Saya sayang ibu.....

Kalo penyakit malas, ingin menyerah, dan lain" datang coba di baca lalu di ingat2 kapan ibu kita berbohong untuk kita....

disalin dari kaskus.us
SELENGKAPNYA - Ibuku Seorang Pembohong ?

PRESS RELEASE Gempa Sumatera barat


Pemberitahuan Mengenai Bantuan Bagi Korban Gempa di Sumatera Barat


Sebagaimana diketahui bahwa pada tanggal 30 September 2009 pukul 17.16 WIB telah terjadi gempa bumi berkekuatan 7,6 skala richter yang mengguncang Sumatera Barat dan disusul Jambi serta wilaya disekitarnya.

Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana hingga pukul 14.00 WIB, Minggu (4/10) korban meninggal dunia pascagempa Sumatera Barat berjumlah 603 orang, korban luka berat 412 orang dan luka ringan 2.039 orang, dinyatakan hilang 343 orang. Sementara yang mengungsi 736 orang. Bangunan rumah yang rusak berat (RB) 83.172 unit, Rusak Sedang (RS), 32.312 unit, Rusak Ringan (RR) 64.145 unit. Bangunan Sekolah 130 unit RB, 90 unit RS, dan 61 unit RR. Bangunan kantor 70 unit RB, 23 unit RS, dan 33 unit RR. Sarana Kesehatan 25 unit RB, 6 unit RS, dan 8 unit RR. Temap ibadah 55 unit RB, 156 unit RS, dan 75 RR. Jalan 28 ruas RB, 1 ruas RS dan 2 ruas RR. Jembatan 4 unit RB dan 1 unit RR. Irigasi 28 unit RB, 17 unit RS, dan 17 unit RR.

Berkenaan dengan musibah dimaksud, Pemerintah Indonesia sangat menghargai dan menerima dengan tangan terbuka semua bentuk bantuan yang ditawarkan oleh negara sahabat atau pihak ketiga lainnya. Dalam kaitan ini, Departemen Luar Negeri RI telah membentuk posko bencana membantu menangani berbagai bantuan dari luar negeri. Sehubungan dengan hal dimaksud, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Cairo, Mesir menyambut baik segala bantuan dari pelbagai pihak masyarakat dan organisasi masyarakat Indonesia di Mesir serta masyarakat Mesir yang ingin memberikan bantuan kemanusian kepada para korban bencana gempa di Sumatera Barat dan sekitarnya.

Cairo, 4 Oktober 2009

Fungsi Penerangan dan Sosial-Budaya KBRI Cairo
KEDUTAAN BESAR REPUBLIK INDONESIA, CAIRO
13, Aisha El-Taimoria St. Garden City, Cairo Egypt, Tel. +202 2794 7200,Fax. +202 2796 2495
SELENGKAPNYA - PRESS RELEASE Gempa Sumatera barat

Makna Bermaaf-maafan di Hari nan Fitri



IDUL Fitri memiliki makna yang sangat mendalam bagi setiap muslim di seluruh dunia. Di hari yang fitri ini semua menjadi suci dan pintu maaf terbuka bagi setiap orang.

Ajang bersungkeman dan bersalaman menjadi tradisi yang lazim dilakukan baik dari anak kepada orangtua, yang muda kepada yang tua, maupun kebalikannya. Hal ini dilakukan untuk saling melebur salah paham, emosional, atau histerikal antara satu orang dengan lainnya.

Sebagai ungkapan permohonan maaf, saling bermaaf-maafan kerap dilakukan oleh seluruh umat Islam. Mengenai hal itu, psikolog Tika Bisono MpSi mengungkapkan pandangannya.

"Idul Fitri semacam proses menjadi produk baru yang di Islam disebut relaunch untuk membuat seseorang refresh dan baru kembali. Karena namanya manusia saat sudah sampai ke titik jenuh maka harus merefleksi diri, dengan diikuti evaluasi diri, seperti itulah makna Lebaran," ucap Tika kepada okezone saat dihubungi melalui telepon selulernya, Rabu (24/9/2008).

Menurut alumni Fakultas Psikologi Universitas Indonesia ini, sebenarnya makna bermaafan tidak hanya dilakukan di Idul Fitri, namun tahun Hijriah, tahun Saka, atau perayaan agama manapun memiliki makna yang sama. Yaitu untuk berevaluasi melalui saat-saat tersebut, begitulah kita memaknai hidup agar lebih baik lagi. Tapi cara penyampaiannya oleh setiap agama berbeda-beda.

Kendati semua perayaan keagamaan memiliki makna yang sama, lanjut Tika, bermaafan saat Lebaran sebaiknya tidak hanya berlaku untuk hari H saja. Namun, harus selalu dilakukan kapanpun umat muslim berinteraksi dengan manusia lainnya.

"Idul Fitri memang memiliki makna saling bermaaf-maafan, tapi sebaiknya hal itu menjadi pengejewantahan setiap hari. Jadi kesalahan bukan ditumpuk lalu di saat Idul Fitri baru meminta maaf. Kita harus mewarnai hidup tidak dengan simbolik saja, tapi harus perfectif dalam keseharian. Karena saling memaafkan bukan untuk sekali, tapi setiap manusia dalam kehidupannya pasti berbuat salah. Jadi saat berbuat salah, saat itu pula harus meminta maaf," ungkapnya.

Masih menurut Tika, maaf-maafan ada di hari Senin, Selasa, Rabu, dan di semua hari. Karena setiap problematik manusia itu memang seharusnya saling memaafkan. Tapi, tidak semua manusia dapat melakukan hal itu. Terkadang merasa gengsi hati atau malas ngomong atau bahkan merasa sosial lebih tinggi, sehingga rohnya saling memaafkan belum masuk di dirinya.

"Momentum untuk pencairan itu memang pas di Lebaran. Jadi sungkeman atau bersalaman hanya sekadar simbolis saja, rohnya justru harus menyentuh hati nurani manusia yang bersangkutan sudah saling memaafkan atau belum," papar mantan Puteri Remaja 1978 ini.

Hal itu dipercaya lantaran ajang sungkeman atau bersalaman hanya sebatas ritual, sementara jika hati belum memaafkan, maka hari yang suci pun tidak dapat dirasakan oleh setiap umat manusia. Karena itu, bermaafan harus dilakukan kapan pun kita melakukan salah.

"Kendati setelah bermaafan kembali melakukan salah, terpenting sudah ada perbaikan, Artinya selama ada pengurangan frekuensi salah dan dosa yang membuat kita harus minta maaf, maka hakikatnya sebagai manusia kita sudah bisa saling memahami," tandas ibu tiga anak ini. (nsa)

from:okezone
SELENGKAPNYA - Makna Bermaaf-maafan di Hari nan Fitri

Puasa Pemecah Batu


Jakarta -Marjoko melalui puasa kali ini tanpa libur, dari pekerjaannya mencari batu. Bersama istrinya, ia membiarkan badannya terpanggang terik matahari, di lereng Gunung Wilis. Peluh terus meleleh, menguras tenaganya. Namun, Marjoko tak luluh. Ia tetap gagah, menghantamkan palu besi 5 kg, ke bongkahan batu yang keras. Perlahan, batu itu pun pecah.

"Kalau puasa begini istirahat jam 11. Nanti dilanjut lagi habis sholat dhuhur," kata Marjoko terengah.

"Hidup di desa yang kering begini, tak ada pilihan kerja lagi. Kalau tidak mencari batu, keluarga tidak makan," imbuh bapak empat anak yang kadang buruh nebang tebu, hingga ke Lampung.

Desa Sanan, Ngetos, Kabupaten Nganjuk, salah satu desa tandus yang berada di lereng Gunung Wilis. Musim kemarau begini, lahan pertanian tidak dapat diolah. Sawah dan ladang, mengalami satu kali musim panen dalam setahun, dengan mengandalkan air tadah hujan. Tanaman yang dapat tumbuh lebih lama singkong.

"Warga di sini sehari-hari masih makan nasi tiwul (singkong). Kalau tidak makan tiwul, beras tidak mencukupi," Marjoko menuturkan.

Saking gersangnya daerah itu, para suami dan para remajanya banyak yang merantau ke Surabaya. Sebagian besar, menjadi buruh bangunan dan pembantu rumah tangga. Marjoko sendiri, dua anak gadisnya juga berkerja sebagai pembantu rumah tangga di Surabaya.

Puasa tak menghalangi Marjoko dan Sunarti, sang istri, untuk menjalani pekerjaan berat ini. Suami istri itu, mulai berangkat mencari batu pukul enam pagi. Satu truk batu, dibeli oleh pemborong seharga Rp 70.000. Dari jumlah itu, Marjoko, masih menyisihkan Rp 30.000, untuk pemilik tanah tempat batu digali. Pendapatan bersih yang ia peroleh tinggal Rp 40.000.

"Satu truk saya kumpulkan selama empat sampai lima hari. Kalau dihitung dari tenaga dan pendapatan, ya ora sumbut (tidak sebading) mas. Tapi ya saya sudah bersyukur, habis mau bagaimana lagi," tandasnya.

"Kadang yo ngutang lho mas nek mboten cekap. Nopo maleh wulan poso ngateniki rego-rego podho mundak (kadang berutang kalau tidak cukup. Apalagi bulan puasa harga-harga naik)," Sunarti menimpali.

"Orang kecil seperti saya ini, yang diandalkan cuma otot sama keringet to mas. Mengandalkan jadi petani, lha wong sawah cuma setahun sekali. Lahan juga tidak luas," imbuh Marjoko.

Siang itu, lereng Gunung Wilis panasnya amat menyengat. Sawah dan lading, rumputnya menguning karena kering. Sumber air di belik-belik, (kubangan tempat menampung air) milik kampung mulai mengecil. Pohon-pohon jati daunnya juga berguguran. Beruntung, sebagian masyarakat masih dapat memanen singkong. Bahan makanan pokok, yang sampai hari ini masih di konsumsi kebanyakan masyarakat lereng Wilis.

Marjoko, bagian dari tandusnya lereng itu, di kala kemarau. Puasa hari pertama ia lalui dengan tetap bekerja keras. Puasa, tak meluruhkan jiwanya untuk menyerah tidak mengangkat palu besi. Marjoko tetap memecahkan bongkahan-bongkahan batu, dalam ujiaan panas dan dahaga. Puasa, telah dipahami Marjoko sebagai kewajiban yang harus dijalani. Dalam situasi dan kondisi apapun. Sedangkan memecah cadas-cadas yang keras, bagian dari jihadnya menghidupi keluarganya.

"Garis hidup saya ya seperti ini. Senajan kudu mikul watu (meski harus memikul batu), puasa itu sudah kewajiban yang harus dijalankan," kata Marjoko yakin.

*) Sunaryo Adhiatmoko, Al-Azhar Peduli Ummat
SELENGKAPNYA - Puasa Pemecah Batu

Istana Topkapi, Museum Penyimpan Benda Nabi Muhammad SAW


Istanbul -Di titik pertemuan Selat Bosphorus, Tanjung Tanduk Emas (Golden Horn) dan Laut Marmara, Istanbul, Turki, menjulang indah Istana Topkapi. Lambang kejayaan Dinasti Ottoman Turki dan museum penyimpan benda-benda Nabi Muhammad SAW.

Didirikan di atas tanah seluas 592.600–700.000 m². Istana Topkapi berfungsi selama 400 tahun sejak mulai dibangun pada tahun 1453 M.

Istana ini ialah istana 24 raja Dinasti Ottoman Turki yang sangat terkenal. Tak heran bila Istana Topkapi digunakan sebagai tempat tinggal para Sultan Ottoman selama 4 abad. Kemudian selama itu juga diadakan pembangunan dan pembaharuan sampai tahun 1850.

Diawali dengan keinginan Sultan Mehmed II untuk membangun sebuah istana sebagai pusat Kesultanan Ottoman. Sebagai catatan, Sultan Mehmed II menguasai Istanbul setelah menaklukannya dari tangan Kekaisaran Roma pada tahun 1453.

Dari sanalah Istana Topkapi mulai dibangun dan terus mengalami berbagai perubahan. Hingga suatu hari, masa pemerintahan Sultan Mehmed II berganti menjadi pemerintahan Sultan Abdul Mecid (1839-1860).

Sultan Abdul Mecid yang lebih memilih untuk tinggal di Istana Dolmabahce, Bosphorus menyebabkan Istana Topkapi terlantar.

Kemudian terjadilah sebuah perkembangan pada tahun 1923. Hal ini dilakukan oleh Pemerintah Turki yang merenovasi dan merubahnya menjadi museum. Tepatnya pada tanggal 3 April 1924 keluarlah putusan resmi pemerintah yang berisi bahwa Istana Topkapi telah berubah menjadi museum.

Di dalam Museum Istana Topkapi terdapat berbagai arsitektur dan benda-benda bersejarah lainnya. Seperti jubah, lukisan, senjata, perisai, baja, miniatur daerah kekuasaan Utsmani, kaligrafi dan benda-benda berharga lain yang dimiliki pada masa kekuasaan Turki-Utsmani.

Masih di seputaran Istana, juga ada peninggalan berharga, benda-benda yang pernah dipakai Nabi Muhammad SAW. Berbagai peninggalan itu ditempatkan di dalam suatu ruang khusus yang terpisah dari Istana Topkapi. Ruangan itu bernama Paviliun Relikui Suci.

Di dalamnya terdapat pedang, mantel, gigi (Nabi Muhammad SAW yang tanggal pada Perang Uhud), bakiak, bendera, cambuk, segenggam janggut, sajadah, tongkat, busur panah, sabuk, stempel dan berbagai benda lainnya. Selain itu, terdapat pula pedang-pedang milik ke-empat sahabat Nabi, Khulafaur Rasyidin (Abubakar As-Shidiq, Umar bin Khatab, Usman bin Affan dan Ali bin Abu Thalib).

Kemudian yang paling menakjubkan adalah cetakan telapak kaki kanan Nabi Muhammad SAW. Telapak kaki kanan itu tercetak saat peristiwa Mi'raj. Sedangkan telapak kaki kirinya kini tersimpan di Masjidil Aqsa, Jerusalem.

Terdapat pula beberapa surat buatan Nabi Muhammad SAW. Surat itu ditulis kepada Muqawqis (pemimpin Kaum Kopts) dan Musaylima (si Pembohong). Surat untuk Muqawqis ditulis di daun kurma dan ditemukan di Mesir pada tahun 1850.

Peninggalan bersejarah lainnya adalah manuskrip Al Quran pertama yang ditulis di atas lembaran kulit binatang. Itu terjadi sebelum Al Quran disatukan menjadi sebuah kitab utuh. Salah satu yang tersimpan di Topkapi ialah Surat Al Qadar. Selain itu, masih banyak peninggalan lainnya dari para tokoh yang berjasa dalam perkembangan Islam.

Satu lagi keunikan dari Topkapi, bila memasuki ruangan peninggalan ini kita dapat mendengar alunan 24 orang Hafiz (penghafal) Quran bergantian membaca Al Qur'an dengan syahdunya. Dan alunan bacaan ini terjadi tanpa berhenti 24 jam terus-menerus selama 407 tahun (dari tahun 1517-1924 M).

Istana ini sempat masuk dalam situs cagar budaya UNESCO PBB pada tahun 1985. Istana yang memiliki ribuan kamar dan ruang ini kini di bawah pengelolaan Departemen Budaya dan Pariwisata Turki, dengan penjagaan dari Militer Turki. (nwk/nwk)
SELENGKAPNYA - Istana Topkapi, Museum Penyimpan Benda Nabi Muhammad SAW

Masjid Dian Al-Mahri, Berkubah 5 Berlapis Emas 24 Karat


Depok -Masjid Dian Al-Mahri memang fenomenal. Dari kejauhan, masjid ini terlihat megah berkilauan dengan 5 kubahnya yang berwarna emas. Ya, kelima kubah itu memang dilapis emas sungguhan, 24 karat.

Pendiri masjid ini, saudagar kayu asal Banten Hj Dian Djuriah Maimun Al Rasyid sengaja membeli tanah untuk mendirikan masjid di Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, Kota Depok, Jawa Barat pada tahun 1996. Pada waktu itu harga tanah Rp 50 ribu sampai Rp 75 ribu per meter perseginya.

anah seluas 50 hektar ini akhirnya dibangun masjid pada tahun 2001 hingga selesai, diresmikan dan dibuka untuk umum pada 31 Desember 2006, bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha 1427 H. Masjid ini berkubah 5 yang berlapiskan emas 24 karat dari Italia. 5 Kubah tersebut adalah perlambang rukun Islam.

Selain itu ada 6 menara setinggi 40 meter, yang melambangkan rukun Iman. Keenam pilar tersebut dibalut dengan batu granit abu–abu yang diimpor dari Italia dengan ornamen yang melingkar.

Tidak hanya kubah saja yang dilapisi dengan emas akan tetapi mimbar khatib pun dilapisi dengan emas 18 karat. Begitu pula dengan pagar di lantai dua masjid dan hiasan kaligrafi di langit–langit masjid serta mahkota pilar masjid yang berjumlah 168 dilapisi dengan bahan prado (sisa emas). Lampu gantung seberat 2,7 ton di tengah ruangan masjid yang terbuat dari kuningan dilapisi emas langsung didatangkan dari Italia.

Masjid ini mempunyai kapasitas daya tampung jamaah sebesar 20 ribu jamaah. Teras masjid berupa ruangan tertutup yang terdapat di ruangan inti masjid dapat menampung sekitar 8 ribu jamaah.

sumber:detik
SELENGKAPNYA - Masjid Dian Al-Mahri, Berkubah 5 Berlapis Emas 24 Karat

Amal-amal Selama Di Bulan Ramadhan


Ramadhan punya makna tersendiri di hati umat Islam. Bulan ini adalah bulan rihlah ruhaniyah (wisata rohani). Umat Islam melepas belenggu materialisme dunia dengan menghidupkan dunia ruhiyah. Sebulan penuh umat Islam menjalani proses tadzkiyatun nafs (pembersihan jiwa). Sebulan penuh umat Islam melakukan riyadhatur ruhiyah (olah rohani).

Sebulan penuh umat Islam bagai ulat dalam kepompong Ramadhan. Diharapkan di akhir Ramadhan kondisi rohani mereka secantik kupu-kupu. “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” [QS. Al-Baqarah (2): 183]

Amal-amal apa saja yang bisa kita lakukan di bulan Ramadhan agar kita bisa memperoleh derajat takwa?

1. Berpuasa (Shiyam)

Amal yang utama di bulan Ramadhan tentu saja berpuasa. Hal ini diperintahkan Allah swt. dalam Al-Quran surat Al-Baqarah (2) ayat 183-187. Karena itu, agar puasa kita tidak sia-sia, perdalamlah wawasan kita tentang puasa yang benar dengan mengetahui dan menjaga rambu-rambunya. Sebab, puasa bukan sekadar tidak makan dan tidak minum. Tapi, ada rambu-rambu yang harus ditaati. Kata Rasulullah saw., “Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian mengetahui rambu-rambunya dan memperhatikan apa yagn semestinya diperhatikan, maka hal itu akan menjadi pelebur dosa-dosa yang pernah dilakukan sebelumnya.” (HR. Ibnu Hibban dan Al-Baihaqi)

Jangan pernah tidak berpuasa sehari pun tanpa alasan yang dibenarkan syariat. Meninggalkan puasa tanpa uzur adalah dosa besar dan tidak bisa ditebus meskipun orang itu berpuasa sepanjang masa. “Barangsiapa tidak puasa pada bulan Ramadhan sekalipun sehari tanpa alasan rukhshah atau sakit, hal itu (merupakan dosa besar) yang tidak bisa ditebus bahkan seandainya ia berpuasa selama hidup,” begitu kata Rasulullah saw. (HR. At-Turmudzi)

Jauhi hal-hal yang dapat mengurangi dan menggugurkan nilai puasa Anda. Inti puasa adalah melatih kita menahan diri dari hal-hal yang tidak benar. Bila hal-hal itu tidak bisa ditinggalkan, maka nilai puasa kita akan berkurang kadarnya. Rasulullah saw. bersabda, “Bukankah (hakikat) puasa itu sekadar meninggalkan makan dan minum, melainkan meninggalkan perbuatan sia-sia dan kata-kata bohong.” (HR. Ibnu Hibban dan Ibnu Khuzaimah). Rasulullah saw. juga berkata, “Barangsiapa yang selama berpuasa tidak juga meninggalkan kata-kata bohong bahkan mempraktikkanya, maka tidak ada nilainya bagi Allah apa yang ia sangkakan sebagai puasa, yaitu sekadar meninggalkan makan dan minum.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Semua itu tidak akan bisa kita lakukan kecuali dengan bersungguh-sungguh dalam melaksankannya. Dengan begitu, puasa yang kita lakukan menghasilkan ganjaran dari Allah berupa ampunNya. Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan sepenuh iman dan kesungguhan, maka akan diampuni dosa-dosa yang pernah dilakukan.” (HR. Bukhari, Muslim, dan Abu Dawud)

Salah satu bentuk kesungguhan dalam berpuasa adalah, melakukan makan sahur sebelum tiba waktu subuh. Rasulullah saw. menerangkan, “Makanan sahur semuanya bernilai berkah, maka jangan Anda tinggalkan, meskipun hana dengan seteguk air. Alah dan para malaikat mengucapkan salam kepada orang-orang yang makan sahur.”

Selain sahur, menyegerakan berbuka ketika magrib tiba, juga bentuk kesungguhan kita dalam berpuasa. “Sesungguhnya termasuk hamba Allah yang paling dicintai olehNya ialah mereka yang menyegerakan berbuka puasa,” begitu kata Rasulullah saw. Rasulullah saw. memberi contoh bersegera berbuka puasa walaupun hanya dengan ruthab (kurma mengkal), tamar (kurma), atau seteguk air. (HR. Abu Dawud dan Ahmad).

Selama berpuasa, jangan lupa berdoa. Doa yang banyak. Sebab, doa orang yang berpuasa mustajab. Ini kata Rasulullah saw., “Ada tiga kelompok manusia yang doanya tidak ditolak oleh Allah. Yang pertama ialah doa orang-orang yang berpuasa sehingga mereka berbuka.” (HR. Ahmad dan Turmudzi)

2. Membaca Al-Qur’an (Tilawah)

Al-Qur’an diturunkan perama kali di bulan Ramadhan. Maka tak heran jika Rasulullah saw. lebih sering dan lebih banyak membaca Al-Qur’an di bulan Ramadhan dibandingkan di bulan-bulan lain. Imam Az-Zuhri berkata, “Apabila datang Ramadhan, maka kegiatan utama kita selain berpuasa adalah membaca Al-Qur’an.” Bacalah dengan tajwid yang baik dan tadabburi, pahami, dan amalkan isinya. Insya Allah, kita akan menjadi insan yang berkah.

Buat target. Jika di bulan-bulan lain kita khatam membaca Al-Qur’an dalam sebulan, maka di bulan Ramadhan kita bisa memasang target dua kali khatam. Lebih baik lagi jika ditambah dengan menghafal satu juz atau surat tertentu. Ini bisa dijadikan program unggulan bersama keluarga.

3. Memberikan makanan (Ith’amu ath-tha’am)

Amal Ramadhan yang juga dianjurkan Rasulullah saw. adalah memberikan santapan berbuka puasa kepada orang-orang yang berpuasa. “Barangsiapa memberi makanan berbuka kepada orang-orang yang berpuasa, maka ia mendapat pahala senilai pahala orang yang berpuasa itu tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut.” (HR. Turmudzi dan An-Nasa’i)

Sebenarnya memberi makan untuk orang berbuka hanyalah salah satu contoh bentuk kedermawanan yang ingin ditumbuhkan kepada kita. Masih banyak bentuk sedekah yang bisa kita lakukan jika kita punya kelebihan rezeki. Peduli dan sigap menolong orang lain adalah sifat yang ingin dilatih dari orang yang berpuasa.

4. Perhatikan kesehatan

Berpuasa adalah ibadah mahdhah. Tapi orang yang berpuasa juga sebenarnya adalah orang yang peduli dengan kesehatan. Makanya Rasulullah saw. berkata, “Berpuasalah kamu, maka kamu akan sehat.” Tak heran jika selama berpuasa Rasulullah saw. tetap memperhatikan kesehatan giginya dengan bersiwak, berobat dengan berbekam, dan memperhatikan penampilan, termasuk tidak berwajah cemberut.

5. Jaga keharmonisan keluarga

Puasa adalah ibadah yang khusus untuk Allah swt. Tapi, punya efek yang luas. Termasuk dalam mengharmoniskan hubungan keluarga. Jadi, berpuasa bukan berarti menjauh dari istri karena taqarrub kepada Allah sepanjang malam. Bukan juga tiada hari tanpa i’tikaf. Rasulullah saw. berpuasa, tapi juga memenuhi hak-hak keluarganya.

Dalam praktik keseharian, hanya di bulan Ramadhan kita bisa makan bersama secara komplit sekeluarga, baik ketika berbuka atau sahur. Di bulan lain hal ini sulit dilakukan. Keharmonisan keluarga juga bisa kita dapatkan dari shalat berjamaah dan tadarrus bersama.

6. Berdakwah

Selama Ramadhan kita punya kesempatan berdakwah yang luas. Karena, siapapun di bulan itu kondisi ruhiyahnya sedang baik sehingga siap menerima nasihat. Jadi, jangan sia-siakan kesempatan ini. Rasulullah saw. bersabda, barangsiapa menunjuki kebaikan, baginya pahala sebagaimana orang yang mengamalkannya tanpa mengurangi pahala orang yang mengamalkannya sedikitpun.

Jika mampu, jadilah pembicara di kultum ba’da sholat zhuhur, ashar, dan subuh di musholah atau masjid. Bisa juga menjadi penceramah di waktu tarawih. Jika tidak bisa berceramah, buat tulisan. Sebarkan ke orang-orang yang Anda temui. Jika tidak bisa, bisa mengambil artikel-artikel dari majalah, fotocopy, lalu sebarkan. Insya Allah, berkah.

Ini sebenarnya hanyalah langkah awal bagi kerja yang lebih serius lagi. Dengan melakukan hal-hal sederhana seperti di atas, sesungguhnya Anda sedang melatih diri untuk menjadi sosok yang bermanfaat bagi orang lain. Kata Rasulullah saw., mukmin yang baik adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain.

7. Shalat Tawawih (Qiyamul Ramadhan)

Ibadah sunnah yang khas di bulan Ramadhan adalah shalat tarawih (qiyamul ramadhan). Rasulullah saw., karena khawatir akan dianggap menjadi shalat wajib, melaksanakan shalat tarawih berjamaah bersama para sahabat tidak sepanjang Ramadhan. Ada yang meriwayatkan hanya tiga hari. Saat itu Rasulullah saw. melakukannya secara berjamaah sebanyak 11 rakaat dengan bacaan surat-surat yang panjang. Tapi, di saat kekhawatiran akan diwajibakannya shalat tarawih sudah tidak ada lagi, Umar bi Khattab menyebutkan jumlah rakaat shalat tarawih adalah 21 atau 23 rakaat (HR. Abdur Razzaq dan baihaqi).

Ibnu hajar Al-Asqalani Asy-Syafi’i berkata, “Beberapa riwayat yang sampai kepada kita tentang jumlah rakaat shalat tarawih menyiratkan ragam shalat sesuai dengan keadaan dan kemampuan masing-masing. Kadang ia mampu melaksanakan shalat 11 rakaat, kadang 21, dan terkadang 23 rakaat, tergantung semangat dan antusiasmenya masing-masing. Dahulu mereka shalat 11 rakaat dengan bacaan yang panjang sehingga mereka bertelekan dengan tongkat penyangga, sedangkan mereka shalat 21 atau 23 rakaat, mereka membaca bacaan-bacaan yang pendek dengan tetap memperhatikan masalah thuma’ninah sehingga tidak membuat mereka sulit.”

Jadi, silakan Anda qiyamul ramadhan sesuai dengan kadar kemampuan dan antusiasme Anda.

8. I’tikaf

Inilah amaliyah ramadhan yang selalu dilakukan Rasulullah saw. I’tikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat beribada kepada Allah swt. Abu Sa’id Al-khudri meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. pernah beri’tikaf pada awal Ramadhan, pertengahan Ramadhan, dan paling sering di 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Sayangnya, ibadah ini dianggap berat oleh kebanyakan orang Islam, jadi sedikit yang mengamalkannya. Hal ini dikomentari oleh Imam Az-Zuhri, “Aneh benar keadaan orang Islam, mereka meninggalkan i’tikaf padahal Rasulullah tidak pernah meninggalkannya sejak beliau datang ke Madinah sampai beliau wafat.”

Mudah-mudahan Anda bukan dari golongan yang kebanyakan itu.

9. Lailatul Qadar

Ada bulan Ramadhan ada satu malam yang istimewa: lailatul qadar, malam yang penuh berkah. Malam itu nilainya sama dengan seribu bulan. Rasulullah saw. amat menjaga-jaga untuk bida meraih lailatul qadar. Maka, Beliau menyuruh kita mencarinya di malam-malam ganjil pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Kenapa? Karena, “Barangsiapa yang shalat pada malam lailatul qadar berdasarkan iman dan ihtissab, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” Begitu kata Rasulullah saw. yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Bahkan, untuk mendapatkan malam penuh berkah itu, Rasulullah saw. mengajarkan kita sebuah doa, “Allahumma innaka ‘afuwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annii.” Ya Allah, Engkaulah Pemilik Ampunan dan Engkaulah Maha Pemberi Ampun. Ampunilah aku.

10. Umrah

Jika Anda punya rezeki cukup, pergilah umrah di bulan Ramadhan. Karena, pahalanya akan berlipat-lipat. Rasulullah saw. berkata kepada Ummu Sinan, seorang wanita Anshar, agar apabila datang bulan Ramadhan, hendaklah ia melakukan umrah, karena nilainya setara denagn haji bersama Rasulullah saw. (HR. Bukhari dan Muslim)

11. Zakat Fitrah

Zakat fitrah wajib dibayarkan sebelum hari Ramadhan berakhir oleh umat Islam, baik lelaki-perempuan, dewasa maupun anak-anak. Tujuannya untuk mensucikan orang yang melaksanakan puasa dan untuk membantu fakir miskin.

12. Perbanyaklah Taubat

Selama bulan Ramadhan Allah swt. membukakan pintu ampunan bagi hamba-hambanya dan setiap malam bulan Ramadhan Allah membebaskan banyak hambaNya dari api neraka. Karena itu, bulan Ramadhan adalah kesempatan emas bagi kita untuk bertaubat kembali ke fitrah kita.

SELENGKAPNYA - Amal-amal Selama Di Bulan Ramadhan

Fiqih Ringkas Tentang Puasa


Shaum atau puasa secara bahasa bermakna al-imsak atau menahan diri dari sesuatu seperti menahan diri dari makan atau berbicara. Makna shaum seperti ini dipakai dalam ayat ke-26 surat Maryam. “Maka makan dan minumlah kamu, wahai Maryam, dan tenangkanlah hatimu; dan jika kamu bertemu seseorang, maka katakanlah saya sedang berpuasa dan tidak mau berbicara dengan siapapun.”

Sedangkan secara istilah, shaum adalah menahan dari dari dua jalan syahwat, mulut dan kemaluan, dan hal-hal lain yang dapat membatalkan pahala puasa mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari.

Keutamaan Bulan Ramadhan

Dari Ibnu Mas’ud, Rasulullah saw. bersabda, “Penghulunya bulan adalah bulan Ramadhan dan penghulunya hari adalah hari Jum’at.” (Thabrani)

Rasulullah saw. bersabda, ” Kalau saja manusia tahu apa yang terdapat pada bulan Ramadhan, pastilah mereka berharap Ramadhan itu selama satu tahun.” (Thabrani, Ibnu Khuzaimah, dan Baihaqi)

Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah saw. bersabda, “Apabila datang bulan puasa, dibuka pintu-pintu surga dan ditutup pintu-pintu neraka.” (Bukhari dan Muslim)

Rasulullah saw. juga bersabda, “Apabila datang malam pertama bulan Ramadhan, para setan dan jin kafir akan dibelenggu. Semua pintu neraka ditutup sehingga tidak ada satu pintu pun yang terbuka; dan dibuka pintu-pintu surga sehingga tidak ada satu pun yang tertutup. Lalu terdengara suara seruan, “Wahai pencari kebaikan, datanglah! Wahai pencari kejahatan, kurangkanlah. Pada malam itu ada orang-orang yang dibebaskan dari neraka. Dan yang demikian itu terjadi pada setiap malam.” (Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Keutamaan Puasa Ramadhan

Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan penuh harap, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Dan barangsiapa yang shalat malam pada bulan puasa, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Bukhari dan Muslim)

Waktu Berpuasa

Ibadah puasa dimulai sejak masuknya fajar shadiq (waktu shalat Subuh) hingga terbenamnya matahari (masuk waktu shalat Maghrib). Allah menerangkan di dalam al-Qur’an dengan istilah benang putih dari benang hitam.

Doa Berbuka Puasa

Jika berbuka puasa, Rasullullah saw. membaca, “Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthartu.” Artinya, ya Allah, untukmu aku berpuasa dan dengan rezeki yang engkau berikan kami berbuka. Dan Rasulullah saw. berbuka puasa dengan kurma. Jika tidak ada, cukup dengan air putih.

Sunnah-sunnah Dalam Berpuasa

Sebelum berpuasa, disunnahkan mandi besar dari junub, haidh, dan nifas. Bagi orang yang berpuasa, disunnahkan melambatkan makan sahur dan menyegerakan berbuka. Berdo’a sebelum berbuka.

Agar amalan puasa tidak rusak dan pahalanya tidak gugur, orang yang berpuasa disunnahkan menjaga anggota badan dari maksiat, meninggalkan obrolan yang tidak berguna, meninggalkan perkara syubhat dan membangkitkan syahwat.

Disunnahkan memperbanyak tilawah Al-Qur’an, memberi makan orang puasa untuk berbuka, dan memperbanyak sedekah. Di sepuluh hari terakhir, sangat dianjurkan beri’tikaf.

Yang Dibolehkan Tidak Berpuasa

1. Orang yang safar (dalam perjalanan). Tapi, ada ulama yang memberi syarat. Seseorang boleh tidak berpuasa di bulan Ramadhan dan menggantinya di bulan lain, jika safarnya menempuh lebih dari 89 km dan safarnya bukan untuk maksiat serta perjalanannya dimulai sebelum fajar. Namun Imam Hanbali membolehkan berbuka, walaupun safarnya dimulai pada siang hari. Alasan dibolehkannya berbuka adalah karena safar mengandung masyaqqah (kesusahan). Jika seseorang yang safar mengambil rukshah ini, ia wajib mengganti puasanya itu di hari lain sejumlah hari ia tidak berpuasa.

2. Orang yang sedang sakit. Sakit yang masuk dalam kategori ini adalah sakit yang dapat menghambat kelangsungan ibadah puasa dan berdampak pada keselamatan fisik jika dia tetap berpuasa. Untuk memutuskan dan menilainya, diperlukan pendapat dokter. Jika seseorang tidak berpuasa karena sakit, ia wajib mengganti puasa yang ditinggalkannya di bulan lain ketika ia sudah sehat.

3. Wanita hamil dan ibu yang menyusui. Wanita hamil atau ibu menyusui boleh tidak berpuasa, tapi harus menggantinya di hari lain. Jika dia tidak berpuasa karena takut dengan kondisi dirinya sendiri, maka hanya wajib bayar qadha’ saja. Tapi jika dia takut akan keselamatan janin atau bayinya, maka wajib bayar qadha’ dan fidyah berupa memberi makan sekali untuk satu orang miskin. Hal ini diqiyaskan dengan orang sakit dan dengan orang tua yang uzur.

4. Orang yang lanjut usia. Orang yang sudah lanjut usia dan tidak sanggup puasa lagi tidak wajib puasa, tapi wajib bayar fidyah dengan memberi makan seorang miskin sebanyak hari yang ditinggalkan.

5. Orang yang mengalami keletihan dan kehausan yang berlebihan. Jika kondisi itu dikhawatirkan mengganggu keselamatan jiwa dan akal, maka boleh berbuka dan wajib qadha’.

6. Orang yang dipaksa (ikrah) tidak berpuasa. Orang seperti ini boleh berbuka, tapi wajib mengqadha’.

Permasalahan Sekitar Puasa

1. Untuk puasa Ramadhan, wajib memasang niat berpuasa sebelum habis waktu sahur.

2. Saat berpuasa seorang suami boleh mencium isterinya, dengan syarat dapat menahan nafsu dan tidak merangsang syahwat.

3. Orang yang menunda mandi besar (janabah) setelah sahur atau setelah masuk waktu subuh, puasanya tetap sah. Begitu juga dengan orang yang berpuasa dan mendapat mimpi basah di siang hari, puasanya tetap sah.

4. Dilarang suami-istri berhubungan badan di siang hari ketika berpuasa. Hukuman bagi orang yang bersenggama di siang hari pada bulan Ramadhan adalah memerdekakan budak. Jika tidak mampu memerdekakan budak, suami-istri itu dihukum berpuasa dua bulan penuh secaara berturut-turut. Jika tidak mampu juga, mereka dihukum memberi makan 60 orang miskin sekali makan. Kalau perbuatannya berulang pada hari lain, maka hukumannya berlipat. Kecuali, pengulangannya dilakukan di hari yang sama.

5. Orang yang terlupa bahwa ia berpuasa kemudian makan dan minum, maka puasanya tetap sah. Setelah ingat, ia harus melanjutkan puasanya hingga waktu berbuka di hari itu juga.

6. Hanya muntah yang disengaja yang membatalkan puasa. Ada tiga perkara yang tidak membatalkan puasa: bekam, muntah (yang tidak disengaja), dan bermimpi (ihtilam). Sikat gigi atau membersihkan gigi dengan syiwak diperbolehkan. Hal ini biasa dilakukan oleh Rasulullah saw. Tapi, ada ulama yang memakruhkan menyikat gigi dengan pasta gigi setelah matahari condong ke Barat.

7. Orang yang mempunyai hutang puasa tahun sebelumnya, harus dibayar sebelum masuk Ramadhan yang akan berjalan. Jika belum juga ditunaikan, harus dibayar setelah Ramadhan yang tahun ini. Tapi, ada ulama berpendapat, selain harus diqadha’ juga diwajibkan memberi makan orang miskin.

8. Para ulama sepakat bahwa orang yang wafat dan punya utang puasa yang belum ditunaikan bukan karenakan kelalaian tapi disebabkan ada uzur syar’i seperti sakit atau musafir, tidak ada qadha yang harus ditanggung ahli warisnya. Tapi jika ada kelalaian, ada sebagian ulama mewajibkan qadha terhadap ahli warisnya dan sebagian lain mengatakan tidak.

9. Bagi mereka yang bekerja dengan fisik dan terkategori berat –seperti pekerja peleburan besi, buruh tambang, tukang sidang, atau yang lainnya– jika berpuasa menimbulkan kemudharatan terhadap jiwa mereka, boleh tidak berpuasa. Tapi, wajib mengqadha’. Jumhur ulama mensyaratkan orang-orang yang seperti ini wajib baginya untuk sahur dan berniat puasa, lalu berpuasa di hari itu. Kalau tidak sanggup, baru boleh berbuka. Berbuka menjadi wajib, kalau yakin kondisi ketidak sanggupan itu akan menimbulkan kemudharatan.

SELENGKAPNYA - Fiqih Ringkas Tentang Puasa

Ramadhan Momentum Persatuan Umat



dakwatuna.com – Para ulama’ dan tokoh-tokoh ormas Islam diharapkan dapat menyatukan pandangan dalam penentuan 1 Ramadhan 1429 Hijriyah dan menahan diri dengan tidak mempublikasikan hasil hisab (perhitungan) atau rukyat (pemantauan bulan) yang dilakukan sebelum disepakati bersama dengan Departemen Agama sebagai perwakilan pemerintah.

“Hal itu diperlukan agar tidak menimbulkan kebingungan sekaligus untuk kebersamaan umat”

Para ulama memiliki kemungkinan untuk mendapatkan hasil yang berbeda dalam proses hisab dan rukyat guna menentukan 1 Ramadhan, menyusul perbedaan metodologi dan posisi bulan yang didapatkan dalam proses perhitungan.

Selama perbedaan tersebut tidak terlalu jauh, ulama dan tokoh ormas Islam sebaiknya ‘mengijma’kan’ -menyatukan- pendapatnya. Karena kesepakatan itu lebih baik dan bermanfaat bagi kebersamaan umat.

SELENGKAPNYA - Ramadhan Momentum Persatuan Umat

Khutbah Rasulullah Menyambut Ramadhan


dakwatuna.com – “Wahai manusia, sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yg paling utama.

Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tetamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.

Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu, kelaparan dan kehausan di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu.

Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.

Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa)-mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.

Ketahuilah, Allah Ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengadzab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabbal-alamin.

Wahai manusia, barangsiapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu.

(Seorang sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.” Rasulullah meneruskan khotbahnya, “Jagalah dirimu dari api neraka walau pun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walau pun hanya dengan seteguk air.”)

Wahai manusia, siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini, ia akan berhasil melewati Sirathal Mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat. Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barangsiapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain.

Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.

Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu.”

(Aku –Ali bin Abi Thalib yang meriwayatkan hadits ini– berdiri dan berkata, “Ya Rasulullah, apa amal yang paling utama di bulan ini?” Jawab Nabi, “Ya Abal Hasan, amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.)

SELENGKAPNYA - Khutbah Rasulullah Menyambut Ramadhan

Pengertian Ramadhan (Etimologi)


Ramadhan berasal dari akar kata ر م ﺿ , yang berarti panas yang menyengat atau kekeringan, khususnya pada tanah. Bangsa Babylonia yang budayanya pernah sangat dominan di utara Jazirah Arab menggunakan luni-solar calendar (penghitungan tahun berdasarkan bulan dan matahari sekaligus). Bulan ke sembilan selalu jatuh pada musim panas yang sangat menyengat. Sejak pagi hingga petang batu-batu gunung dan pasir gurun terpanggang oleh segatan matahari musim panas yang waktu siangnya lebih panjang daripada waktu malamnya. Di malam hari panas di bebatuan dan pasir sedikir reda, tapi sebelum dingin betul sudah berjumpa dengan pagi hari. Demikian terjadi berulang-ulang, sehingga setelah beberapa pekan terjadi akumulasi panas yang menghanguskan. Hari-hari itu disebut bulan Ramadhan, bulan dengan panas yang menghanguskan.

Setelah umat Islam mengembangkan kalender berbasis bulan, yang rata-rata 11 hari lebih pendek dari kalender berbasis matahari, bulan Ramadhan tak lagi selalu bertepatan dengan musim panas. Orang lebih memahami 'panas'nya Ramadhan secara metaphoric (kiasan). Karena di hari-hari Ramadhan orang berpuasa, tenggorokan terasa panas karena kehausan. Atau, diharapkan dengan ibadah-ibadah Ramadhan maka dosa-dosa terdahulu menjadi hangus terbakar dan seusai Ramadhan orang yang berpuasa tak lagi berdosa. Wallahu `alam.

Dari akar kata tersebut kata Ramadhan digunakan untuk mengindikasikan adanya sensasi panas saat seseorang kehausan. Pendapat lain mengatakan bahwa kata Ramadhan digunakan karena pada bulan itu dosa-dosa dihapuskan oleh perbuatan baik sebagaimana matahari membakar tanah. Namun kata ramadan tidak dapat disamakan artinya dengan ramadhan. Ramadan dalam bahasa arab artinya orang yang sakit mata mau buta. Lebih lanjut lagi hal itu dikiaskan dengan dimanfaatkannya momen Ramadhan oleh para penganut Islam yang serius untuk mencairkan, menata ulang dan memperbaharui kekuatan fisik, spiritual dan tingkah lakunya, sebagaimana panas merepresentasikan sesuatu yang dapat mencairkan materi

sumber:wiki
SELENGKAPNYA - Pengertian Ramadhan (Etimologi)

Persiapkan Diri untuk Menjamu Tamu Agung



By: Sayuti Lubis


Disadari atau tidak,tamu agung akan menghampiri kita. Tamu yang sangat mulia, yang selalu di rindukan banyak orang, tapi jangan salah, masih ada sebagian dari ummat manusia yang acuh tak acuh dengan kedatangan tamu mulia ini. Kita doakan mudah-mudahan Allah Sang pemberi rahmat, menunjuki hamba-hambanya kejalan yang benar. Amin.

Allah SWT. Berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Yang artinya :

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa” (al-Baqoroh: 183-185)

Rasulullah SAW. Bersabda :


حدثنا محمد بن زياد ، قال : سمعت أبا هريرة رضي الله عنه ، يقول : قال النبي صلى الله عليه وسلم : أو قال : قال أبو القاسم صلى الله عليه وسلم : " صوموا لرؤيته وأفطروا لرؤيته ، فإن غبي عليكم فأكملوا عدة شعبان ثلاثين "

Yang artinya :

Telah dikatakan kepada kami oleh Muhammad bin Zayyad, beliau mengatakan : Aku telah mendengar Abu Hurairah ra berkata : Telah bersabda Rasulullah saw "Berpuasalah karena melihatnya (anak bulan Ramadhan) dan berbukalah karena melihatnya (anak bulan Syawwal) dan jika kamu semua tidak dapat melihatnya maka sempurnakan bulan sya'ban tiga puluh hari". (H.R. Bukhari Muslim)

Tentunya, dalam menerima tamu agung ini, kita harus mempersiapkan sgala sesuatu yang akan membuat tamu kita ini nyaman selama kita bersamanya. Kita jamu,sebagaimana kita menjamu tamu yang kita hormati, atau lebih dari sekedar jamuan biasa, kita persembahkan jamuan istimewa. Mudah-mudahan kita bias menjadi tuan rumah yang memuliakan tamu. Demi terciptanya hubungan yang dinamis dan harmonis, kita harus mempersiapkan diantaranya :

-Jasmani

Tubuh yang sehat sangat dibutuhkan ketika kita menjamu yang agung ini, oleh karena itu, mulai sekarang, mari kita jaga tubuh yang dititipkan Allah SWT. Sebaik mungkin. Biasakan mengikuti gaya hidup sehat, isi tubuh kita dengan makanan yang halal lagi baik. Jangan lupa! Kalau selama ini kta jarang olah raga, ayo kita mulai dari sekarang. Mudah- mudahan dalam menghadapi tamu angung (Ramadhan) kita segar bugar, tanpa ada saki-sakitan.

-Rohani

Tak kalah penting, persiapan rohanipun sangat dibutuhkan, supaya dalam menerima tamu kehormatan nanti, hati kita sudah suci, dan tidak mudah goyah.
Kita berharap tamu istimewa bisa betah tinggal bersama kita, dan memberikan penghormatan yang tiada tara kepada kita semua.
Jangan bosan untuk selalu berdo'a kepada Yang Kuasa untuk bias berjumpa dengan tamu yang agung ( Ramadhan). Bulatkan tekat untuk bisa menjalani ibadah suci ini (Ramadhan) dengan sesempurna mungkin. Perbaiki akhlak kita, yang pada hari-hari sebelumnya baca Al-Qur'an masih jarang, kita latih mulai sekarang,supaya ketika bertemu dengan tamu agung, kita sudah terbiasa. Lidah yang tak bertulang, kemaren masih hobi menggosip, mari kita tukar dengan baca Al- Qur'an. Telinga yang biasanya kita gunakan untuk mendengar yang sia-sia, mari kita usahakan untuk mendengar ceramah agama. Kaki gratis yang Allah berikan kepada kita, jangan lagi kita arahkan ke tempat maksiat, tapi ayo kita ayunkan ke rumah Allah (Masjid), dan berziarah ke rumah saudara kita.

Kalua luar dalam sudah aman dan beres, Insyaallah kita akan sempurna menerima dan menghadapi bulan yang sangat kita nantikan, bulan penghapus dan pembakar dosa. Dan tentunya, do'a kita bersama, selepas menjamu tamu agung (Ramadhan) kita dapat meraih pangkat orang-orang yang bertaqwa. Amin.

Saudaraku, mari kita sambut bulan suci Ramadhan dengan hati yang ikhlas…
Semoga Allah SWT. Selalu membingbing kita kejalan yang lurus….
Saudaraku, mari kita saling muhasabah diri…
Semoga bulan pusaa ini, lebih baik dari tahun kemaren…
SELENGKAPNYA - Persiapkan Diri untuk Menjamu Tamu Agung

DEBAT CAPRES DAN CAWAPRES PPMI MESIR


by : Sayuti Lubis

(30 juli 2009).Siang menjelang sore di kota cairo,lebih tepatnya di rabea adawiyah (kantor PPMI)tak seperti biasanya.walaupun terik matahari begitu panas,mahasiswa indonesia mesir berbondong - bondong menghadiri acara debat kandidat capres dan cawapres PPMI.
Acara dimulai sebelum shalat asyar.Kalau capres dan cawapres Indonesia ada tiga pasang,disini hanya dua pasang.
Muhammad Taufiq dan Muhammad Syadid yang membawa jargon " masisir berprestasi, aman dan dinamis " dan rivalnya Rasyid Satari dan Rezki Matumona,lc mengusung jargon " berfikir, bertindak nyata " dengan PD memasuki ruangan yang telah disediakan.Menghadirkan dua debator handal, Talqis Nurdianto (mantan presiden) dan saudari Fashiha lubis.Acara berjalan lancar,pertanyaan- pertayaan yang dilontarkan kedua debator kadang membuat kedua kandidat serius sambil senyum untuk menjawabnya.Capres Taufiq yang berasal dari Padang mengatakan akan mengoptimalkan Fushul taqwiyah,Hp online 24 jam,mengoptimal kan posko keamanan,berdialoq dengan pemerintah RI, berusaha mengusulkan pembuatan UU perlindungan warga Indonesia di luarnegri. Dan banyak lagi program - program yang diusung pasangan Taufik dan Syadid. Mudah - mudahan bukan hanya janji tapi bisa di buktikan. tak mau kalah, pasangan Rasyid yang menggandeng cawapres dari padang juga (Rezki) berusaha menjawab pertanyaan yang dilontarkan debator. Untuk meningkatkan keamanan mahasiswa Indonesia di Mesir,pasangan Rasyid dan Rezki akan mensinerjikan beladiri.Ketika ketua WIHDAH menanyakan masalah rokok, saudara Rezki mengingatkan kepada peserta yang hadir akan akibat dari merokok,dan berharap jangan sampai mengganggu orang lain.
Ba'da magrib acara debat sudah selesai. Rencananya tanggal 1 Agustus akan diadakan debat kandidat di Daearah (Zaqziq, Tafahna, Mansuro). Mudah - mudahan siapapun yang menang dalam pemilihan 11 agustus mendatang bisa membawa aspirasi seluruh mahasiswa.amin....
SELENGKAPNYA - DEBAT CAPRES DAN CAWAPRES PPMI MESIR

Rumik Kamari Bedo



Oleh : bujangsetia.blogspot.com.



Lapau Uwo Pulin agak langang dari hari-hari biasonyo. Ajo Tondeh, Pak Osu, Kudun, Malin Kacindin sarato Uncu Labai indak nampak batang iduangnyo. Manuruik kaba dari Uwo, urang-urang tu pulang kampuang dan ado pulo nan pai ziarah ka kubua kaluarganyo di Tunggua Hitam. “Biaso, kalau manjalang bulan puaso ko kan paralu awak baziarah ka kubua urang gaek awak surang-surang,” kato Uwo Pulin manjawek tanyo dari Angah Piyan nan baru sajo sampai di lapau tu. “Iyolah! Itu paralu. Awak indak hanyo mamintak maaf ka kaluarga nan masih iduik, tapi juo paralu ka arwah kaluarga awak nan lah labiah daulu. Apolai kalau itu urangtuo awak nan lah mandaului. Karano, salamo-lamo iduik, awak juo ka sampai di sinan. Kan bantuak itu ndak Tan?” Baleh Angah mampaiyokan ka Tan Baro.

Tan Baro cuma maangguak tando sapaham jo pandapek kawannyo tu. Pandangan matonyo taruih juo ka surek kaba nan sadang dibaconyo. Ciek kato indak dilampaui mambaconyo.

“Apo barita kini ko? Agak sarius bana Tan Baro mambaco nampak dek ambo,” Angah batanyo sasudah mancurahan saparo kopi ka piriang tadah nan baru sajo diidangkan dek urang punyo lapau tu.

“Nan angek bana indak ado doh. Cuma ado nan manarik dek ambo, yaitu nasib urang-urang nan dikubuakan di Tunggua Hitam,” jawek Tan Baro.

“Baa tu?” Angah manyasak.

“Buruak bana nasibnyo nampak dek ambo,” jawek Tan Baro baliak.

“Yo, baa tu?” Angah samakin panasaran.

“Cubo bayangkan dek Angah, lah mati, lah jadi tulang jo tangkurak dan bahkan lah jadi tanah lo liak di dalam kubua, kanai gusur juo lai. Padohal, katiko iduik, banyak pulo nan tiok sabanta kanai gusur dek Satpol pe-pe, ulah manggaleh di sumbarang tampek,” kato Tan Baro jo suaro nan agak lambek.

“Ah, nan ka iyo-iyo se lah, Tan? Maso iyo urang dalam kubua diusie atau digusur juo. Apo salahnyo?” Udin Kuriak nan dari tadi cuma sabagai pandanga, sato juo batanyo.

“Nan salah indak urang nan dalam kubua tu doh, tapi kaluarganyo. Seyo, kontrak atau pajak kubua tu indak dibayia, mako tapasolah tulang jo tangkuraknyo jadi korban,” jawek Tan Baro.

“Katalaluan bana kalau bantuak itu mah. Maso iyo urang dalam kubua digusur juo. Dima lataknyo manusiawi awak?” Udin mangecek baliak.

“Kato pamarentah, itu aturan!” Baleh Tan Baro.
“Aturan tu nan mambuek kan manusia ndak? Kalau manusia, ambo raso masih bisa diubah. Kalau indak diubah, tantu samakin rumik dan samakin bedo manusia-manusia di nagari ko dibueknyo. Sudahlah katiko iduik marasai, tibo di liang kubua diusie-digusur pulo,” kasudahannyo Angah Piyan mangaluakan pandapeknyo. Nampak inyo agak emosi.

“Kalau itu kajadiannyo, yo rumik awak manjadi pauni nagari ko mah,” Kari Garejoh lah sato pulo mangecek.

“Kalau nan bantuak Kari ko maningga, ndak paralu bana kubua doh,” salo Uwo Pulin.

“Baa tu?” Tanyo Udin.

“Ambauan se ka dalam lawik tu, bia dimakan hiu,” baleh Uwo.

Kari nan dipagarahan bantuak itu hanyo bisa galak masam se. Maklum, namonyo di lapau tantulah ado garah jo kucindan dan itu disadari bana dek Kari. Apolai salamo ko inyo tamasuak urang nan suko mampagarahan kawan-kawannyo di lapau tu. Espe St.Soeleman



TITIAN BATAKUAK

Kamari bedo parasaan Sabai Nan Aluih kutiko inyo didatangi dek urang padusi mandukuang anak ketek mintak sidakah. Indak kadiagiah sidakah, Sabai maraso badoso, maraso manjadi urang nan indak namuah manoloang urang susah. Kok ka diagiah sidakah, Sabai tahu bana, anak ketek nan didukuang padusi tu bukan anak padusi tu doh. Lah tigo kali Sabai basobok jo padusi tu, satiok basobok balain-lain anak ketek nan dibaonyo. Kutiko Sabai sadang tabedo tu, datang Mangkutak.

"Baa kok tamanuang aciak mancaliak urang padusi tu pai? Lai aciak agiah sidakah? Kan ibo awak dek anaknyo ndak ciak, " kato Mangkutak.

"Nan jadi persoalan dek Ai bukan maagiah sidakah atau indak. Tapi padusi tu sangajo mambao anak ketek, supayo Ai ibo. Kalau Ai ibo, Ai tantu musti maagiah sidakah. Ai marasoan, padusi tu sangajo manjadian anak ketek tu sebagai alat untuk manguras raso ibo Ai. Itu nan indak satuju Ai," jawek Sabai.

"Iyo baitu caro urang mangumpuakan kepeang kini ciak. Cubo aciak bayangkan. Kutiko Istano Basa nan di Padang Siminyak tu lah jadi abu dek tabaka ditembak patuih, kabanyo sado urang Minang tasentak. Maraso kahilangan kebanggaan. Kutiko tu langsuang diputuskan dek pamarentah untuk mambangun baliak istano basa tu," kato Mangkutak.

"Baa mako musti? Kan pitih sangaik diparaluan dek urang Minang nan manjadi korban gampo? Rumah sikola, musajik, rumah rakyat runtuah, jalan rangkah, ado nan mati, ado nan tatimbun. Kan itu nan musti awak dauluan daripado mambangun Istana tu?" kato Sabai.

"Itu batua ciak. Batua bana pikiran aciak tu. Dauluan urang nan menderita daripado mambuek bangunan mewah nan indak jaleh gunonyo dek urang banyak," kato Mangkutak. "Tapi ciak, pamarentah labiah mamaraluan mangumpua pitih untuak mambangun istana rajo tu. Tahu aciak sababnyo?" tanyo Mangkutak.

"Apo tu sababnyo?" tanyo Sabai.

"Saroman padusi nan mambao anak ketek tadi tulah. Kalau emosi awak tapanciang, lupo awak bahaso padusi tu lah mangicuah awak. Awak agiah sidakah, padohal anak nan nyo bao tu anak urang nan diseonyo. Mambangun Istano Basa baitu pulo. Tapanciang emosi urang Minang, aka ilang, langsuang manyumbang baratuih juta. Samantaro Istano Basa tu isinyo kicuah se sajak dulu," kato Mangkutak.

"Kicuah baa?" tanyo Sabai tagagau.

"Lai ka mungkin dek aciak, boto wisky dikecek an benda sejarah? Padohal boto wisky tu mungkin tatingga di Istano tu dek pareman nan mabuak-mabuak di sinan. O, banyak lai ciak kok waden caritokan sadonyo. Kini baitulah, cubo aciak pikie, jo pikiran sehat, jo pikiran waras. Apo bana paralunyo mambangun baliak istano rajo tu capek-capek. Saroman urang Minang ko ka cilako bisuak pagi, kalau indak dibangun istano kini-kini," kato Mangkutak.

"Manuruik analisa Ai, kalau memang baitu kandak pamarentah tantu ado udang di baliak batu. Sagalo urang Minang lah tapakiak mintak bantuan dek gampo, tapi nan pamarentah basikareh nak mambangun istano basa salakeh-lakehnyo. Ado apo?" kato Sabai sambia mamiciak-miciak kaniangnyo.

"Jaan jaan iko samacam titian barakuak ndak ciak?" kato Mangkutak.

"Titian barakuak baa?" tanyo Sabai.

"Kalau pamarentah basikareh juo nak mambangun baliak istano rajo tu samantaro masyarakat Minang ko sadang maluluang panjang kadinginan, indak cukuik makan dek karano sagalo harato bando abih dek gampo, tantu masyarakat indak puas jo caro karajo pamarentah. Pamarentah tu manuruik urang banyak ko adolah gubernur. Kalau tajadi katidakpuasan tu, tantu gubernur ko akan dibanci urang, indak ka namuah urang mamatuhi aturannyo lai doh," kato Mangkutak.

"O, jadi ado urang lain nan sadang mancubo manjatuahan gubernur, baitu? Itu nan waang mukasuik jo titian barakuak?" tanyo Sabai. Mangkutak maangguak.

"Ciek lai ciak. Kalau gubernur basikareh nak mambangun baliak istano basa tu, tantu persoalan tanah musti capek disalasaian. Kalau tanah bamasalah, tantu dibuek aka supayo baa sagalo tanah nan ado di sinan dapek disalasaian. Samantaro, tanah nan sakaliliang istano tu lah dipajua balian jo sertifikat palasu. Jadi, soal tanah nan alah dilego tu tatimbun dek usaho gubernur manyalasaian tanah tu," kato Mangkutak.

"Iyo, iyo. Saroman iklan minyak pelumas pertamina di tipi tumah Mang. Kita untung bangsa untung! Ha, ha," kato Sabai sambia galak gadang.(wisran hadi)
SELENGKAPNYA - Rumik Kamari Bedo

Peranan Pemuda dalam Islam


oleh : ADI MANSAH ALFARUQ

Sudah menjadi sunnatullah jika di setiap masa akan tumbuh pemuda-pemuda yang kelak dibimbing seorang ulama pembaharu (mujaddid). Senantiasa melakukan berbagai bentuk pembaharuan dalam mencairkan kebekuan yang ada pada masa tersebut. Berbagai bentuk kebekuan itu antara lain: kebekuan pemikiran, kebekuan pergerakan, kebekuan kepemimpinan dan lain-lain.
Sepanjang gerakan pembaharuan yang dilakukan berada pada koridor atau rambu-rambu syariat dan untuk kemuliaan islam (izzatul islam), hal tersebut perlu mendapat dukungan kaum muslimin. Tetapi sebaliknya, jika gerakan tersebut telah keluar dari koridor syariat serta bertentangan dengan Alquran dan Assunnah, seluruh kaum muslimin hendaknya berdiri dalam satu barisan menentang arus gerakan tersebut.
Salah satu elemen pendukung pembaharuan yang sangat potensial adalah para pemuda. Selain usia muda merupakan fase berkumpulnya kekuatan (potensi) yang maksimal, mereka juga merupakan orang-orang yang dikenal memiliki idealisme tinggi, tidak memiliki beban dan sangat objektif dalam menyuarakan setiap aspirasi, meski harus diakui adanya kelemahan terutama kematangan berpikir dan minimnya pengalaman.
Islam menempatkan pemuda pada tatanan yang sangat strategis dalam melakukan berbagai perubahan menuju kejayaan umat.


“Kami ceritakan kisah mereka kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk.”
(QS. Al-Kahfi/18 : 13)

Ayat ini mengisahkan para pemuda ashabul kahfi (penghuni gua) yang lari menjauhi kaumnya untuk menyelamatkan aqidahnya dan tidak mau mengikuti arus kesesatan karena mereka tegar memegang prinsip kebenaran.

“Demi Allah, sesungguhnya aku akan melakukan tipu daya terhadap berhala-berhalamu sesudah kamu pergi meninggalkannya.
Maka Ibrahim membuat berhala-berhala itu hancur berpotong-potong, kecuali yang terbesar (induk) dari patung-patung yang lain; agar mereka kembali (untuk bertanya) kepadanya.
Mereka berkata, "Siapakah yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang lalim."
Mereka berkata: "Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim."
(QS. Al-Anbiyaa/21:57- 60)

Kisah Nabiyullah Ibrahim as adalah kisah yang sangat agung karena dapat dipetik begitu banyak pelajaran (ibrah).
Seorang pemuda dengan kecerdasan dan keberaniannya menghancurkan seluruh berhala yang ada pada saat itu.
Yang menjadi pertanyaan, apakah berhala-berhala tersebut masih ada di zaman modern sekarang ini? Bagaimana jika seseorang yang terlalu membanggakan kemampuan logika akalnya sampai mengkultuskan hingga mempertuhankan hasil buatan pemikiran logika akalnya? Apakah itu berhala juga? Apakah jahiliyah hanya terjadi pada masa Rosulullah SAW?
Jahiliyah kaum Quraisy bukan mereka tidak percaya kepada Allah SWT tapi karena mereka telalu mengkultuskan Latta dan Hujja yang merupakan orang saleh pada masa itu, yang setelah meninggal dunia dibuat patungnya.
Pada masa Nabi Nuh juga diketahui bahwa Wadd, Suwa’, Yaguts, Ya’uq, dan Nasr adalah nama-nama orang saleh. Ketika mereka meniggal, syetan memberikan ilham kepada masyarakat setempat agar mereka membuat patung-patung dengan nama-nama itu.
Pada mulanya tidak disembah tapi lama-kelamaan akhirnya menjadi sembahan. Lalu, bagaimana hukum hasil buatan manusia melalui akal pikirannya yang terbatas, apakah ada persamaannya dengan berhala?

“Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki?
dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang meyakini (agamanya)?”
(QS. Al-Ma’idah/5: 50)

Islam memang memberikan perhatian yang begitu besar kepada pemuda. Para sahabat usianya lebih muda, bahkan ada yang jauh lebih muda dari Nabi Muhammad SAW, tetapi Beliau tidak segan-segan memberi tugas atau kepercayaan kepada sahabatnya.
Usama bin Zaid diberikan kepercayaan menjadi Panglima Perang di usianya yang baru sekitar 16 tahun. Ia merupakan satu-satunya Panglima Perang termuda sampai saat ini.
Realita yang terjadi saat ini, di Palestina, peranan pemuda menjadi sangat penting sebagai penggerak perjuangan melawan penjajah zionis Israel demi mempertahankan Al Aqsha yang merupakan simbol eksintensi ummat Islam di seluruh dunia.
Pemuda jualah yang menjadi salah satu pilar penopang aktivitas dan kemakmuran sebuah masjid. Bisa dibayangkan, bagaimana kondisi dan nasib sebuah masjid tanpa aktivitas pemudanya.
Masa depan masjid itu menjadi suram, karena salah satu tolok ukur bagaimana keadaan masjid pada lima, sepuluh, dua puluh atau tiga puluh tahun mendatang tergantung pada kondisi pemuda masjidnya di masa sekarang.
Tentunya sebagian kecil dari banyak kisah peranan pemuda yang tangguh dalam islam memberikan hikmah dan ibrah bagi kita semua, serta menggugah semangat para pemuda untuk bekerja keras lagi menuju perbaikan ummat demi tercapainya kejayaan dan kemuliaan islam (izzatul islam).

Wallahu a’lam Bish-showwab...
SELENGKAPNYA - Peranan Pemuda dalam Islam

SEMANGAT HIDUP



Oleh : Adi Mansah Alfaruq


Aku tak mau putus asa
Seperti matahari terbenam
Aku tidak akan menyerah
Seperti pasir yang terbawa ombak

Semangatku terus berkobar
Meski begitu banyak panah tajam
Menusuk pikiran dan jiwaku
Meski telah berjuta kali
Ku tenggelam ke dasar kegagalan

Bila ku terjatuh
Ku akan bangkit lagi
Bila jiwaku runtuh
Akan kubangun kembali
Dengan pondasi-pondasi yang terkuat
Dengan semangat yang tak terkalahkan

Kini
Kujalani hari dengan sepenuh hati
Tak ada alasan untuk berhenti
Atau berlari dari rintangan
Karena ku tahu
Masa depan tak mungkin cerah
Apabila aku mudah menyerah
SELENGKAPNYA - SEMANGAT HIDUP

Al- Qur'an pegangan hidup yang harus dipelajari.


جهود المسلمين في تعليم القرآن والقراءات وأشهر العلماء في ذلك
وهو مكون من مبحثين :
المبحث الأول أشهر علماء القرآن والقراءات من القرن الرابع وحتى القرن الرابع عشر

عرفت المدرسة القرآنية منذ الحياة الأولى للإسلام ، فقد كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يتلقى الوحي عن ربه ، ويقوم بتلقينه لصحابته فرادى وجماعات . وكان هؤلاء الصحب الكرام يقبلون في حماسة وشغف على تلقي كتاب ربهم إعجابًا به ، وإيمانًا منهم بأن تلاوته ومدارسته والعمل به عبادة من أجلِّ العبادات ، وقربى من أقرب القربات ، ألم يخبرهم نبيهم الكريم بقوله : خيركم من تعلم القرآن وعلمه . وبقوله صلوات الله وسلامه عليه : من قرأ حرفًا من كتاب الله فله به حسنة ، والحسنة بعشر أمثالها ، لا أقول : الم حرف ، ولكن ألف حرف ، ولام حرف ، وميم حرف ؟ . ولقد امتاز هذا الكتاب المعجز فيما امتاز به بيسر تلقيه وتلاوته يقول تبارك وتعالى : وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ (القمر : 17) . بل جعل الله تبارك وتعالى من ميزاته أن يحفظ في الصدور ، كما يسجل في السطور بَلْ هُوَ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ فِي صُدُورِ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ (العنكبوت : 49) . وبذلك تحول مسجد المدينة المنورة إلى مدرسة قرآنية أولى ، كما تحولت دور المهاجرين والأنصار إلى مدارس قرآنية ، فكانت حلقات القرآن يدوّي بها المسجد دويًّا كدوي النحل ، بل إن بيوت أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم ليصبح لها ذلك الدوي حين يرجع إليها أصحابها فيتدارسون القرآن ، مع أزواجهم وأولادهم . يقول صلوات الله وسلامه عليه : إني لأعرف أصوات رفقة الأشعريين بالقرآن حين يدخلون بالليل ، وأعرف منازلهم من أصواتهم بالقرآن بالليل ، وإن كنت لم أر منازلهم حين نزلوا بالنهار . ومع انتشار الإسلام وذيوعه انتشرت المدرسة القرآنية ، وعلا شأنها وبعد أن كانت في المساجد تملأ حلقاتها ، أصبحت غرفًا ملحقة بالمساجد تستقبل الناشئة من أطفال المسلمين ، ليكون القرآن الكريم أول ما يقرع آذانهم ، وتتفتح عليه قلوبهم من أنواع الدراسات المختلفة قبل أن ينتقلوا إلى مراحل العلوم بعد ذلك . وقد انتشرت تلك المدارس حيث ينتشر الإسلام . فأينما وجدت الجماعة الإسلامية وجدت المدرسة القرآنية ، لا فرق بين بلاد تنطق بالعربية ، وبلاد لا تنطق بها . يقول ابن حزم : " مات رسول الله صلى الله عليه وسلم والإسلام قد انتشر في جميع جزيرة العرب ، وفي هذه الجزيرة من القرى والمدن ما لا يعرف عدده إلا الله ، كلهم قد أسلموا وبنوا المساجد ، ليس فيها مدينة أو قرية ، ولا حلة للأعراب إلا قرئ فيها القرآن في الصلوات وعلمه الصبيان والرجال والنساء . . . ثم مات أبو بكر وولي عمر ففتحت بلاد الفرس ، وفتحت الشام والجزيرة ومصر ، ولم يبق من هذه البلاد مدينة إلا وقد بنيت فيها المساجد ، ونسخت المصاحف ، وقرأ الأئمة القرآن ، وتعلمه الصبيان في المكاتب شرقًا وغربًا" . وإذا كان بعض العلماء يعد عام (459هـ) حدًّا فاصلًا بين عهدين في تاريخ المؤسسات التعليمية الإسلامية ، ففي هذا العام أنشئت المدرسة النظامية في بغداد ، مؤذنة ببداية عهد تعليمي جديد ، انتقلت فيه أماكن التعليم من الكتاتيب والقصور والمساجد ، ودور الحكمة ، وحوانيت الورّاقين ومنازل العلماء ، إلى المدارس المنظمة ، فإن هذا لا يقلل من دور المسجد بوصفه أول مؤسسة انطلق منها شعاع العلم والتعليم في الإسلام على كافة البشر ، حيث كان يلتقي فيه الطلاب بالعلماء : يناقشون ، ويتحاورون فيما يعنّ لهم من مشكلات ومسائل فقهية ، أو علمية بحتة ، حتى قيل بحق : إن آلاف أعمدة المساجد التي كانت منتشرة في الإسلام كانت محاطة بآلاف من العلماء المسلمين ، وعشرات الآلاف من المتعلمين . ومنذ العهد الأول -عهد مدارس المساجد- انتشرت مدارس القرآن والقراءات في جميع الأقطار الإسلامية وصار التنافس العلمي الشريف دافعًا لطلاب تلك المدارس إلى التفوق والإبداع العلمي في مجال علم القراءات . وفيما يلي ذكر لأهم أولئك العلماء الأفذاذ مع تراجم مختصرة لهم ، تبين مدى ما قاموا به من جهد في خدمة الكتاب العزيز .
SELENGKAPNYA - Al- Qur'an pegangan hidup yang harus dipelajari.